Jumat, 27 November 2020

NILAI BUDAYA

 

MEMBENTUK INTERPRESTASI REALITAS

 


NILAI BUDAYA

 

    Nilai budaya  Persepsi Resepsi merupakan suatu cara untuk membuat dunia fisik dan sosial kita menjadi masuk akal. Seperti yang pernah dituliskan oleh penulis Jerman Hermann hesse "tidak ada kenyataan selain yang ada dalam kita" dan kami tambahkan bahwa kenyataan itu ada pada kita, sebagian oleh budaya kita.  Persepsi dan budaya Seperti yang kita nyatakan di bab 1 dengan menyingkapkan pengalaman yang sama terhadap sekelompok orang, budaya menghasilkan arti dan perilaku yang sama. hal ini tentu saja, tidak berarti bahwa setiap orang dalam budaya tertentu akan melihat sesuatu dengan cara yang sama. bahwa budaya mempengaruhi realitas seseorang dan ada hubungan langsung antara budaya, persepsi dan perilaku. 

Seperti yang dinyatakan oleh Gamble dan gamble, “persepsi merupakan proses seleksi, pengaturan, dan penginterpretasian data sensor dengan cara yang memungkinkan kita mengerti dunia kita. Dengan kata lain, persepsi merupakan proses dimana orang orang mengubah kejadian dan pengalaman ekternal menjadi pemahaman internal yang berarti.

Kepercayaan bekerja sebagai sistem penyimpanan bagi pengalaman masa lalu, termasuk pemikiran, ingatan, dan interpretasi terhadap suatu peristiwa. Kepercayaan dibentuk oleh budaya seseorang.” Kepercayaan penting, karena “diterima sebagai suatu kebenaran.” Kepercayaan mencerminkan tindakan dan perilaku.    Dalam tradisi Islam, percaya bahwa Al-Qur’an merupakan sumber pengetahuan terpercaya, sehingga menerima segala mukjizat dan janji-janji yang ada di jalannya. Anda harus mampu mengenali bahwa budaya memiliki sistem realitas dan kepercayaan yang berbeda.

Pola budaya merupakan suatu sistem kepercayaan dan nilai yang terintegrasi yang bekerja sama untuk menyediakan suatu model yang terpadu.

Beberapa hal yang memungkinkan kita menggunakan pola budaya yaitu: 

1.Kita lebih dari budaya kita

2.Pola budaya merupakan hal yang terintegrasi

3.Pola budaya merupakan hal yanng dinamis

4.Pola budaya dapat bertentangan

Pola Budaya Dominan Amerika Serikat :

1.Individualisme

2.Kesamaan kesempatan

3.Pemerolehan materi

4.Ilmu pengetahuan dan teknologi

 

MEMBEDAKAN POLA BUDAYA

 

Ada empat hal yang menjadi inti dari pembelajaran komunikasi antarbudaya. Klasifikasi yang pertama, dikembangkan oleh Hofstede, mengidentifikasi lima nilai dimensi (individualisme/kolektivisme, menghindari ketidakpastian, kekuasaan maskulin/feminim, dan orientasi jangka pendek/jangka panjang) yang dipengaruhi dan dimodifikasi oleh budaya. Orientasi kelompok kedua (sifat manusia, orientasi manusia/alam, waktu, aktifitas, dan orientasi relasional) datang dari karya antropolog Klockhohn dan Strodtbeck. Taksonomi ketiga yang dikembangkan oleh E.T. Hall, melihat bagaimana budaya konteks-tinggi dan konteks-rendah merespons berbagai sistem pesan. Pola budaya terakhir dikembangkan oleh penelitian yang dilakukan oleh ahli komunikasi antar budaya Ting-Toomey yang penelitian nya di garisbawahi oleh peranan “wajah” dan “identitas” dalam komunikasi antarbudaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LOGIKA KOMUNIKASI

  LOGIKA Asal muasal kata “logika” adalah kata logos, logike, logica, logique, dan logic. Dua kata yang pertama berasal dari bahasa Yunani...