Memasuki Budaya Baru : Menjadi Kompeten
Kompetensi Komunikasi Antarbudaya
MENJELASKAN KOMPETENSI KOMUNIKASI ANTERBUDAYA
Spitzberg mengatakan bahwa : Kompetensi komunikasi antar budaya adalah “perilaku yang pantas dan efektif dalam suatu konteks tertentu”. Lebih detai dari Kim : kompetensi komunikasi antarbudaya merupakan “kemampuan internal suatu individu untuk mengatur fitur utama dari komunikasi antarbudaya : yakni, perbedaan budaya dan ketidakbiasaan, postur inter-group, dan pengalaman stress”. Apa yang dinyatakan dua definisi ini pada kita adalah bahwa menjadi komunikator yang kompeten berarti memiliki kemampuan untuk berinteraksi secara efektif dan sesuai dengan anggota dari budaya yang memiliki latar belakang linguistik-kultural.
KOMPONEN DALAM KOMPETENSI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
Banyak penelitian dalam hal kompetensi komunikasi antarbudaya mengungkapkan 5 komponen kompetensi yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berinteraksi secara efektif dan pantas dalam budaya yang lain.
1. Motivasi untuk berkomunikasi
2. Pengetahuan yang cukup mengenai budaya
3. Kemampuan komunikasi yang sesuai
4. Sensitivitas
5. Karakter
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Antarbudaya
1. Sadarilah Budaya Anda
2. Amatilah Perilaku Pribadi Anda
3. Memahami Gaya Komunikasi Anda
4. Memonitor Diri Anda Sendiri
Mempraktikkan Cara Mendengar yang Efektif
Budaya sangat mempengaruhi bagaimana anda berkomunikasi, apa yg anda komunikasikan, dan bagaimana anda merespons komunikasi itu. Mendengarkan secara efektif membantu untuk mengerti peranan budaya.
1. Mendengarkan Secara Langsung dan Tidak Langsung
2. Nilai Dalam Mendengarkan
3. Komunikasi Non-Verbal dan Mendengarkan
4. Berikan Umpan Balik
Kejutan Budaya
Kejutan budaya merupakan keadaan mental yg datang dari transisi yg terjadi ketika anda pergi dari lingkungan yg anda kenal ke lingkungan yg tidak anda kenal dan menemukan bahwa pola perilaku anda yg dulu tidak efektif. Reaksi yg diasosiasikan dengan kejutan budaya bervariasi diantara setiap individu dan dapat muncul dalam waktu yg berbeda. Misalnya seseorang yg terus menerus berhubungan dengan budaya yg lain mungkin merasa sedikit gelisah. Menurut Ryan dan Twibell, kejutan budaya membutuhkan bebrapa penyesuaian sebelum akhirnya dapat beradaptasi dengan lingkungan yg baru. Ada 4 tahap kejutan budaya yaitu :
1. Fase kegembiraan
2. Fase kekecewaan
3. Fase awal resolusi
4. Fase berfungsi dengan efektif
AKULTURASI : PENYESUAIAN TERHADAP BUDAYA YANG BARU
Akulturasi merupakan proses pembelajaran bagaimana untuk hidup dalam budaya yg baru. Berry menjelaskan akulturasi sebagai proses dari perubahan budaya dan psikologis yg terjadi sebagai akibat dari hubungan antara dua atau lebih kelompok budaya dan anggotanya. Dalam tahap individual, hal ini melibatkan perubahan dalam perilaku seseorang ;
-Bahasa.
-Ketidakseimbangan.
-Etnosentrisme.
-Dinamika Stress-Adaptasi-Pertumbuhan.
PRAKTIK KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG BERETIKA
Dalam bagian ini kita akan mendiskusikan 5 orientasi dan perilaku yang direkomendasikan yang berasal dari orientasi yang menolong mengembangkan etika antar budaya :
1.Komunikasi menghasilkan respon.
2.Menghargai orang lain.
3.Mencari persamaan antara masyarakat dan budaya.
4.Menghargai perbedaan budaya.
5.Menerima tanggung jawab dari perilaku anda.
KESIMPULAN
Komunikasi dengan perbedaan budaya dapat menghasilkan respon emosi, seperti perasaan kikuk dan gelisah. Untuk meningkatkan komunikasi antar budaya, kita harus mengetahui budaya mengenali prilaku pribadi dan gaya komunikasi. Dan gaya komunikasi, memonitor diri, berempati, menyadari perbedaan budaya dalam mendengar, mengembangkan fleksibilitas komunikasi, dan juga belajar mengenai adaptasi budaya. Penting untuk menghargai orang lain ketika terlibat dalam komunikasi antar budaya. Menghargai perbedaan budaya adalah penting dalam berkomunikasi antar budaya yang etis. Diatas semuanya kita harus menerima tanggung jawab atas perilaku komunikasi yang kita lakukan.