AKSIOLOGI KOMUNIKASI
Aksiologi adalah cabang filsafat
yang mengkaji nilai-nilai. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ilmu
komunikasi dituntut satu pertanyaan yang perlu dilontarkan, yaitu sejauh mana
political will campur tangan dalam menentukan teori-teori yang sarat nilai?
Dalam persoalan Aksiologis terdapat 2 posisi umum: Pertama, ilmu yang
sadar/sarat nilai, mengakui pentingnya nilai bagi penelitian dan teori secara
bersama-sama berupaya untuk mengarahkan nilai-nilai itu kepada tujuan yang
positif. Kedua, ilmu yang bernilai netral, percaya bahwa ilmu menjauhkan diri
dari nilai-nilai, dan bahwa para cendikiawan mengontrol efek nilai-nilai itu
(Effendy, 1992: 335-336).
Salah satu cabang filsafat yaitu
aksiologi, yang membahas nilai. Istilah aksiologi berasal dari bahasa Yunani
Axios dan Logos. Axios artinya nilai atau sesuatu yang berharga, sedangkan
Logos artinya teori atau ilmu. Akisologi berarti teori nilai, penyelidikan
mengenai kodrat, kriteria, dan status metafisika dari nilai dalam pemikiran
filsafat yunani.
MASALAH UTAMA DALAM AKSIOLOGI
1. Kodrat
Nilai
2. Jenis-Jenis
Nilai
3. Kriteria
Nilai
4. Status
Metafisik
Tiga jawaban penting yang
diajukan dalam persoalan status metafisika ini, yaitu:
·
SUBJEKTIVITAS
·
OBJEKTIVITAS LOGIS
·
OBJEKTIVITAS METAFISIKA
ETIKA Salah satu cabang aksiologi
yang banyak membahas masalah nilai, baik atau buruk adalah bidang etika. Sebagai ilmu, etika menyelidiki tentang
tingkah laku moral yang dapat dihampiri melalui 3 macam pendekatan, yaitu: Etika Deskriptif. Metaetika.
Etika Normatif. Beberapa manfaat
etika yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan kehidupan yang konkret,
yaitu: Perkembangan hidup
masyarakat; Gelombang modernisasi; Etika juga menjadikan kita sanggup menghadapi
ideology-ideology asing; Etika
diperlukan oleh penganut agama manapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar