Selasa, 23 Maret 2021

Ontologi Komunikasi

 Kata Ontologi berasal dari kata “Ontos” yang berarti “berada (yang ada)”. Ontologi membahas apa yang ingin diketahui mengenai teori tentang “ ada

“ dengan perkataan lain bagaimana hakikat obyek yang ditelaah sehingga
membuahkan pengetahuan.

Menurut istilah, Ontologi adalah ilmu hakekat yang menyelidiki alam nyata ini
dan bagaimana keadaan yang sebenarnya. Obyek telaah ontologi adalah yang ada tidak terikat pada satu perwujudan
tertentu, ontologi membahas tentang yang ada secara universal, yaitu berusaha
mencari inti yang dimuat setiap kenyataan yang meliputi segala realitas dalam semua
bentuknya.

Ontologi seringkali diidentifikasikan dengan metafisika, yang juga
disebut dengan proto-filsafat atau filsafat yang pertama. Persoalan tentang ontologi menjadi
pembahasan yang utama dalam bidang filsafat, yang membahas tentang realitas. Realitas adalah
kenyataan yang selanjutnya menjurus pada sesuatu kebenaran.

Selasa, 16 Maret 2021

SEJARAH FILSAFAT YUNANI KUNO DAN ISLAM

SEJARAHA FILSAFAT YUNANI KUNO

Orang yunani yang hidup pada abad ke-6 SM mempunyai sistem kepercayaan bahwa segala sesuatunya harus diterima sebagai sesuatu yang bersumber pada mitos atau dongeng-dongeng. Artinya suatu kebenaran lewat akal pikir (logis) tidak berlaku, yang berlaku hanya suatu kebenaran yang bersumber dari mitos  (dongeng-dongeng).

Setelah abad ke-6 SM muncul sejumlah ahli pikir yang menentang adanya mitos. Mereka menginginkan adanya pertanyaan tentang isteri alam semesta ini, jawabannya dapat diterima akal (rasional). Keadaan yang demikian ini sebagai suatu demitiologi, artinya suatu kebangkitan pemikiran untuk menggunakan akal pikir dan meninggalkan hal-hal yang sifatnya mitologi.upaya para ahli pikir untuk mengarahkan kepada suatu kebebasan berfikir , ini kemudian banyak orang mencoba membuat suatu konsep yang dilandasi kekuatan akal pikir secara murni, maka timbullah peristiwa ajaib The Greek Miracle yang artinya dapat dijadikan sebagai landasan peradaban dunia.

Pelaku filsafat adalah akal dan musuhnya adalah hati. Pertentangan antara akal dan hati itulah pada dasarnya isi sejarah filsafat. Di dalam sejarah filsafat kelihatan akal pernah menang, pernah kalah, hati pernah berjaya, juga pernah kalah, pernah juga kedua-duanya sama sama-sama menang. Diantara keduanya , dalam sejarah, telah terjadi pergugumulan berebut dominasi dalam mengendalikan kehidupan manusia.

Yang dimaksud dengan akal disini ialah akal logis yang bertempat di kepala, sedangkan hati adalah rasa yang kira-kira bertempat di dalam dada.akal itulah yang menghasilkan pengethauan logis yang disebut filsafat, sedangkan hati pada dasarnya menghasilkan pengetahuan supralogis yang disebut pengetahuan mistik, iman termasuk disini. Ciri umum filsafat yunani adalah rasionalisme yang dimana mencapai puncaknya pada orang-orang sofis.

Dalam sejarah filsafat biasanay filsafat yunani dimajukan sebagai pangkal sejarah filsafat barat, karena dunia barat (Erofa Barat) dalam alam pikirannya berpangkal kepada pemikiran yunani. Pada masa itu ada keterangan-keterangan tentang terjadinya alam semesta serta dengan penghuninya, akan tetapi keterangan ini berdasarkan kepercayaan. Ahli-ahli pikir tidka puas akan keterangan itu lalu mencoba mencari keterangan melalui budinya. Mereka menanyakan dan mencari jawabannya apakah sebetulnya alam itu. Apakah intisarinya? Mungkin yang beraneka warna ynag ada dalam alam ini dapat dipulangkan kepada yang satu. Mereka mencari inti alam, dengan istilah mereka : mereka mencari arche alam (arche dalam bahasa yunani yang berarti mula, asal).

Terdapat tiga faktor yang menjadikan filsafat yunani ini lahir, yaitu:

1.      Bangsa yunani yang kaya akan mitos (dongeng), dimana mitos dianggap sebagai awal dari uapaya orang untuk mengetahui atau mengerti. Mitos-mitos tersebut kemudian disusun secara sistematis yang untuk sementara kelihatan rasional sehingga muncul mitos selektif dan rasional, seperti syair karya Homerus, Orpheus dan lain-lain.

2.      Karya sastra yunani yang dapt dianggap sebagai pendorong kelahiran filsafat yunani, karya Homerous mempunyai kedudukan yang sangat penting untuk pedoman hidup orang-orang yunani yang didalamnya mengandung nilai-nilai edukatif.

3.      Pengaruh ilmu-ilmu pengetahuan yang berasal dari Babylonia (Mesir) di lembah sungai Nil, kemudian berkat kemampuan dan kecakapannya ilmu-ilmu tersebut dikembangkan sehingga mereka mempelajarinya tidak didasrkan pada aspek praktis saja, tetapi juga aspek teoritis kreatif.

Dengan adanya ketiga faktor tersebut, kedudukan mitos digeser oleh logos (akal), sehingga setelah pergeseran tersebut filsafat lahir.

            Periode yunani kuno ini lazim disebut periode filsafat alam. Dikatakan demikian, karena pada periode ini ditandai dengan munculnya para ahli pikir alam, dimana arah dan perhatian pemikirannya kepada apa yang diamati sekitarnya.mereka membuat pertanyaan-pertanyaan tentang gejala alam yang bersifat filsafati (berdasarkan akal pikir) dan tidak berdasarkan pada mitos. Mereka mencari asas yang pertama dari alam semesta (arche) yang sifatnya mutlak, yang berada di belakang segala sesuatu yang serba berubah. (https://khotimhanifudinnajib.blogspot.com/2011/07/sejarah-filsafat-yunani-kuno.html)

 

SEJARAH FILSAFAT ISLAM

secara historis, perkembangan filsafat dalam Islam dapat dikatakan dimulai oleh pengaruh kebudayaan Hellenis, yang terjadi akibat bertemunya kebudayaan Timur (Persia) dan kebudayaan Barat (Yunani). Pengaruh ini dimulai ketika Iskandar Agung (Alexander the Great) yang merupakan salah satu murid dari Aristoteles berhasil menduduki wilayah Persia pada 331 SM. Alkulturasi kebudayaan ini mengakibatkan munculnya benih-benih kajian filsafat dalam masyarakat Muslim di kemudian hari. Penerjemahan literatur-literatur keilmuan dari Yunani dan budaya lainnya ke dalam bahasa Arab secara besar-besaran di era Bani Abbasiyah (750-1250an M) dapat dikatakan memberi pengaruh terbesar terhadap kemunculan dan perkembangan kajian filsafat Islam klasik. Peristiwa tersebut kemudian menjadikan periode ini sebagai zaman keemasan dalam peradaban Islam. Ini sekaligus menunjukan keterbukaan umat Muslim terhadap berbagai pandangan yang berkembang saat itu, baik dari para penganut keyakinan monoteis lainnya, seperti kaum Yahudi yang mendapat posisi penting saat itu di negeri-negeri Islam (Ravertz, 2004: 20), hingga kaum Pagan, yang terlihat dari ketertarikan umat Muslim terhadap literatur bangsa Yunani Kuno yang mana sering diidentikan dengan ritual-ritual Paganisme.

 

Keterbukaan dan ketertarikan umat Islam terhadap literatur-literatur ilmu pengetahuan dari budaya lain diyakini telah membawa pengaruh besar terhadap perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan, terutama terhadap perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan yang di kemudian hari berkembang lebih lanjut pada Abad Pencerahan di Eropa. Dunia pemikiran Islam kemudian semakin terfokus pada pendamaian antara filsafat dan agama ataupun akal dan wahyu, yang kemudian mempengaruhi semakin diusungnya integrasi antara akal dan wahyu sebagai landasan epistemologis yang berpengaruh pada karakter perkembangan ilmu pengetahuan dalam dunia Islam. Kondisi tersebut memunculkan semakin banyaknya cabang-cabang keilmuan dalam dunia Islam, yang tidak hanya bersifat teosentris dengan merujuk pada dalil-dalil Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai sumber kebenarannya oleh para Mutakalim (ahli kalam), tetapi juga bersifat antroposentris dengan rasio dan pengalaman empiris manusia sebagai landasannya tanpa menegasikan dalil dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits. Pada periode ini, dunia Islam menghasilkan banyak filsuf, teolog, sekaligus ilmuwan ternama seperti Ibnu Sina, Al-Farabi, Al-Kindi, Al-Ghazali, dan Ibnu Rusyd. Kajian filsafat Islam di periode ini umumnya mengkaji lebih lanjut pandangan-pandangan perguruan filsafat peripatetik di Eropa seperti logika, metafisika, filsafat alam, dan etika, sehingga periode ini disebut juga sebagai periode peripatetik dari kajian filsafat Islam (Islamic/Arabic peripatetic school).Pasca kematian Ibn Rusyd pada abad ke-12 M, kajian-kajian peripatetik dalam filsafat Islam mulai meredup. (https://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_Islam)

Sabtu, 06 Maret 2021

Apa itu Filsafat dan Filsafat Komunikasi?

 

  •             Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialetika.

 

  •          Filsafat Komunikasi adalah disiplin ilmu yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologi, sistematis, analitis, kritis, dan holistis mengenai teori dari proses komunikasi yang meliputi berbagai dimensi dan berdasarkan bidang, sifat, tatanan, tujuan, fungsi, teknik, dan metode komunikasi.

Jumat, 08 Januari 2021

Memasuki Budaya Baru : Menjadi Kompeten

 Memasuki Budaya Baru : Menjadi Kompeten

Kompetensi Komunikasi Antarbudaya

MENJELASKAN KOMPETENSI KOMUNIKASI ANTERBUDAYA

Spitzberg mengatakan bahwa : Kompetensi komunikasi antar budaya adalah “perilaku yang pantas dan efektif dalam suatu konteks tertentu”. Lebih detai dari Kim : kompetensi komunikasi antarbudaya merupakan “kemampuan internal suatu individu untuk mengatur fitur utama dari komunikasi antarbudaya : yakni, perbedaan budaya dan ketidakbiasaan, postur inter-group, dan pengalaman stress”. Apa yang dinyatakan dua definisi ini pada kita adalah bahwa menjadi komunikator yang kompeten berarti memiliki kemampuan untuk berinteraksi secara efektif dan sesuai dengan anggota dari budaya yang memiliki latar belakang linguistik-kultural. 

KOMPONEN DALAM KOMPETENSI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA

Banyak penelitian dalam hal kompetensi komunikasi antarbudaya mengungkapkan 5 komponen kompetensi yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berinteraksi secara efektif dan pantas dalam budaya yang lain.


1. Motivasi untuk berkomunikasi

2. Pengetahuan yang cukup mengenai budaya

3. Kemampuan komunikasi yang sesuai

4. Sensitivitas

5. Karakter

Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Antarbudaya

1. Sadarilah Budaya Anda

2. Amatilah Perilaku Pribadi Anda

3. Memahami Gaya Komunikasi Anda

4. Memonitor Diri Anda Sendiri

Mempraktikkan Cara Mendengar yang Efektif


Budaya sangat mempengaruhi bagaimana anda berkomunikasi, apa yg anda komunikasikan, dan bagaimana anda merespons komunikasi itu. Mendengarkan secara efektif membantu untuk mengerti peranan budaya.


1. Mendengarkan Secara Langsung dan Tidak Langsung

2. Nilai Dalam Mendengarkan

3. Komunikasi Non-Verbal dan Mendengarkan

4. Berikan Umpan Balik


Kejutan Budaya


Kejutan budaya merupakan keadaan mental yg datang dari transisi yg terjadi ketika anda pergi dari lingkungan yg anda kenal ke lingkungan yg tidak anda kenal dan menemukan bahwa pola perilaku anda yg dulu tidak efektif. Reaksi yg diasosiasikan dengan kejutan budaya bervariasi diantara setiap individu dan dapat muncul dalam waktu yg berbeda. Misalnya seseorang yg terus menerus berhubungan dengan budaya yg lain mungkin merasa sedikit gelisah. Menurut Ryan dan Twibell, kejutan budaya membutuhkan bebrapa penyesuaian sebelum akhirnya dapat beradaptasi dengan lingkungan yg baru. Ada 4 tahap kejutan budaya yaitu :


1. Fase kegembiraan

2. Fase kekecewaan

3. Fase awal resolusi

4. Fase berfungsi dengan efektif 

AKULTURASI : PENYESUAIAN TERHADAP BUDAYA YANG BARU

Akulturasi merupakan proses pembelajaran bagaimana untuk hidup dalam budaya yg baru. Berry menjelaskan akulturasi sebagai proses dari perubahan budaya dan psikologis yg terjadi sebagai akibat dari hubungan antara dua atau lebih kelompok budaya dan anggotanya. Dalam tahap individual, hal ini melibatkan perubahan dalam perilaku seseorang ;

-Bahasa.

-Ketidakseimbangan.

-Etnosentrisme.

-Dinamika Stress-Adaptasi-Pertumbuhan.

PRAKTIK KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG BERETIKA

Dalam bagian ini kita akan mendiskusikan 5 orientasi dan perilaku yang direkomendasikan yang berasal dari orientasi yang menolong mengembangkan etika antar budaya :


1.Komunikasi menghasilkan respon.

2.Menghargai orang lain.

3.Mencari persamaan antara masyarakat dan budaya.

4.Menghargai perbedaan budaya.

5.Menerima tanggung jawab dari perilaku anda.

KESIMPULAN


Komunikasi dengan perbedaan budaya dapat menghasilkan respon emosi, seperti perasaan kikuk dan gelisah. Untuk meningkatkan komunikasi antar budaya, kita harus mengetahui budaya mengenali prilaku pribadi dan gaya komunikasi. Dan gaya komunikasi, memonitor diri, berempati, menyadari perbedaan budaya dalam mendengar, mengembangkan fleksibilitas komunikasi, dan juga belajar mengenai adaptasi budaya. Penting untuk menghargai orang lain ketika terlibat dalam komunikasi antar budaya. Menghargai perbedaan budaya adalah penting dalam berkomunikasi antar budaya yang etis. Diatas semuanya kita harus menerima tanggung jawab atas perilaku komunikasi yang kita lakukan.


Sabtu, 19 Desember 2020

PENGARUH BUDAYA PADA KONTEKS RUANG LINGKUP PENDIDIKAN

PENGARUH BUDAYA PADA KONTEKS

RUANG LINGKUP PENDIDIKAN

 

Sistem pendiidkan yang berbeda secara budaya

            Semua budaya dengan system Pendidikan formal cenderung mengajarkan hal yang sama:Bahasa, matematika, ilmu pengetahuan, sejarah, dan lain sebagainya. Namun, perbedaan yang signifikan dapat ditemukan dalam apa dan bagaimana budaya mengajarkan sesuatu hal. Karena perbedaan ini menjelaskan bentuk Pendidikan dalam budaya.

Setiap budaya, sadar atau tidak sadar, cenderung mengagung-agungkan atau membangga-banggakan sejarah, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan prestasi seni mereka sendiri, seringkali meremehkan prestasi budaya yang lain. Melalui hal ini sekolah disemua budaya menanamkan sifat etnosentrisme, seperti : banyak murid di amerika serikat jika ditanya untuk mengidentifikasi sejumlah buku didunia, akan memberikan sejumlah buku yang pengarangnya sudah meninggal, warga barat, kulit putih dan laki-laki. Jelas hal ini mengandung entosentrisme.

Pendidikan Multikultural

            Pendidikan multicultural adalah proses pengembangan seluruh potensi manusia yang mengharga pluralitas dan heterogenitasnya sebagai kosekuensi keragaman budaya, etnis, suku, dan aliran (agama).

            Pendidikan multicultural menganggap bahwa tujuan utama dari Pendidikan umum adalah untuk membantu perkembangan intelektual, sosial, dan pribadi dari semua pelajaran hingga mencapai tahap tertinggi.

            Pendidikan multicultural diberikan dengan tujuan untuk menjelaskan pentingnya menjaga nilai-nilai keberagaman dan menegakkan sikap toleransi.

Gaya motivasi budaya

·         Motivasi intrinsic

        Beberapa murid memiliki dorongan dari diri meraka untuk menjadi sukses

·         Motivasi ekstrinsik

Murid-murid yang membutuhkan mitifati ektinsik tidak memiliki dorongan dari dalam diri dan perlu untuk distimulasi dengan oleh hadiah eksternal

·         Belajar atas permintaan

Belajar atas permintaan terjadi dalam lingkungan Pendidikan yang telah memiliki kurikulum. Murid-murid diharapkan untuk belajar sesuai jadwal terlepas dari minat mereka.

·         Belajar ketika tertarik

Dalam beberapa budaya, orang-orang percaya bahwa mereka seharusnya mempelajari apa yang berguna dan penting bagi mereka dibandingkan sekedar memperoleh informasi.

KESIMPULAN

Budaya dalam konteks Pendidikan bertujuan untuk menjelaskan pentingnya menjaga nilai-nilai keberagaman dan menegakkan sikap toleransi. Pendidikan adalah rangkaian membimbing dan mengarahkan potensi hidup manusia berupa kemampuan-kemampuan dasar, sehingga terjadilah perubahan dalam kehidupan pribadinya sebegai makhluk individu dan sosial, serta hubungannya dengan alam sekitar tempat dia hidup. Pendidikan memberikan kontribusi terhadap cipta, rasa, dan karsa manusia sebagai cikal bakal lahirnya kebudayaan.

Jumat, 18 Desember 2020

Komunikasi non verbal

Komunikasi non-verbal

Komunikasi non-verbal adalah proses komunikasi di mana pesan yang disampaikan ridak menggunkana kata-kata. Komunikasi non-verbal ialah menggunakan gerakan isyarat, Bahasa tubuh, ekpresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara. Namun meskpun banyak komunikasi non-verbal yang sifatnya universal, banyak tindakan non-verbal yang di bentuk oleh budaya.

 

Faktor –faktor yang dapat memengaruhi komunikasi non-verbal:

 

 -latar belakang budaya

-latar belakang sosial

-Ekonomi

-Pendidikan

-Gender

-Usia

 

Komunikasi Dan Budaya Non-verbal

 

          Pesan-pesan tertentu dapat dikirim dengan cara yang berbeda oleh budaya yang berbeda pula. Misalnya, di Amerika Serikat jika kita menyatakan setuju dengan sesuatu dengan melakukan gerakan mengangguk, pesan yang sama juga dengan menggerakkan kepala kebelakang di Ethiopia, lalu menggerakkan kepala ke depan di antara suku Semang di Malaysia, dan gerakan menaikkan alis di antara suku Dayak di Kalimantan.

          Tersenyum dan berjabat tangan mengatakan pada kitabahwa suatu budaya menghargai keramah-tamahan. Jarak berdiri ketika berbicara juga memberikan petunjuk mengenai pandangan pelaku komunikasi tersebut mengenai privasi. Menunduk berarti budaya tersebut menghargai formalitas, tingkatan, dan status.

          Bukan secara kebetulan jika umat hindu saling menyapa dengan menangkupkan tangan sambil memiringkan kepala; cara menyapa ini menyatakan kepercayaan mereka bahwa Dewdana/Tuhan itu ada pada diri setiap orang.

 

Klasifikasi Komunikasi Non-verbal

 YANG DIHASILKAN OLEH TUBUH

-Pengaruh Penampilan

mulai dari hair spray sampai rambut palsu, mulai dari mrngurangi makan sampai pusat kebugaran 24 jam, mulai dari bulu mata palsu sampai lensa kontak warna biru. manusia menunjukan kepedulian mengenai penampilan mereka

 

-Gerakan Tubuh

adalah gerakan tubuh yang dapat dilihat dan dapat mengirimkan pesan mengenai sikap anda terhadap orang lain seperti mengetuk-ngetuk meja jika anda gelisah

 

-Ekspresi Wajah

  mengapa isyarat dari ekspersi wajah penting karena wajah dapat menyatakan sejumlah tindakan "menyatakan pesan" dari sikap tunduk dan dominan secara sosial.

 

-Sentuhan

tindakan menyentuh merupakan refleksi dari apa yang anda sedang rasakan dan alami, dengan demikian, arti suatu sentuhan dan alasan anda menyentuh orang lain, memberikan pengetahuan mengenai komunikasi yang kita lakukan.

 

YANG DIHASIKKAN RUANG LINGKUP

-Ruang dan Jarak

ruang dan jarak anda dengan teman bicara anda ketika berinteraksi merupakan bagian dari pengalaman komunikasi, studi mengenai pesan ini disebut dengan proksemik.

 

-Waktu

sama halnya seperti semua aspek komunikasi non-verbal budayamemainkan peran yang prnting dalam bagaimana anda melihat dan memanipulasi waktu supaya mengkomunikasikan pesan yang berbeda. ballard dan seibold membuat hubungan antar budaya dan waktu ketika mereka menuliskan " ekstensi dan perkembangan tujuan,alat penentu waktu yang merupakan hasil dari suatu budaya, dan seragamnya detik,menit,jam, hingga waktu muncul untuk mengukur apa yang dibentuk secara kultural"

 

-Sikap Diam

bisa diamati ketika seorang komposer aliran musik klasik yang menggunakan sikap diam tersebut menandakan kontrasnya ekspresi yang timbul. sikap diam memberikan pesan kuat.

 

Jumat, 11 Desember 2020

Pengaruh Budaya di Ruang Lingkup Bisnis

 Ruang Lingkup Bisnis Internasional


Catatan sejarah penuh dengan contoh dari perdagangan lintas budaya. Di antara tahun 1200-700 SM, bangsa phoenix berlayar dari pelabuhan yang sekarang disebut libanon dan menetapkan rute perdagangan disepanjang mediterania, mengarungi lautan atlantik menuju spanyol, Barang-barang dari cina dibawa melalui asia tengah, sepanjang  jalur sutra, ke kaisaran Roma. Marco polo dipercaya melalui ruteini ke cina, kembali ke italia pada akhir abad ke-13 dengan cerita mengenai budaya yang kaya akan ekstoik

 

DALAM KONTEK BISNIS DOMESTIK

    Peristiwa yang terjadi di amerika serikat tidak hanya berdampak pada hubungan antar budaya yang terjadi dalam bisnis internasional, namun juga menunjukan kebutuhan akan pemahaman budaya yang berbeda dalam abad ke-21. mungkin pernyataan yang paling jelas dari bagaimana keadaan demografis di amerika serikat berubah, dapat ditemukan dalam data american community survey. Yang dilakukan oleh badan sensus amerika serikat. Survey tahun 2006 membuktikan bahwa 19,7% atau hampir 1 dari 5 orang yang tinggal di amerika serikat berbicara dalam bahasa diluar bahasa inggris dirumah.

 

MENGEMBANGKAN NEGOSIASI ANTAR BUDAYA  

1.Bersiaplah pelajarilah semua hal yang anda dapat pelajari mengenai budaya tuan rumah sebelum negosiasi dimulai

2.Kembangkan sensitifitas terhadap penggunaan waktu belajarlah untuk beadaptasi pada negoasiasi yang lebih lambat dari yang biasa anda lakukan jika anda berasal dari budaya dominan amerika serikat

3.Dengarkan dengan seksama, belajar untuk tetap nyaman terhadap keheningan dan menyadari bahwa sikap yang juga merupakan bentuk komunikasi

4.Belajarlah untuk menoleransi ambiguitas banya hubungan antar budaya ditandai dengan kebingungandan pencarian makna

5.Cobalah untuk menempatkan persetujuan karena kedua pihak dalam negoisasi ingin memperoleh sesuatu maka merupakan hal yang sederhana untuk memisahkan area persetujuan

 

MANAJEMEN KONFLIK ANTAR BUDAYA

    Konflik merupakan aspek yang tidak dapat di hindari dalam semua hubungan jika diatur dengan tidak tepat, konfik dapat mengarah pada masalah yang tidak dapat di perbaiki pemisah atau perceraian dalam tahap interpersonal, bisnis lintas budaya ditandai oleh nilai, idealisme, kepercayaan, dan prilaku peserta yang berbeda menjadi media perselisihan. Peraturan mayoritas dan keputusam unilateral diturunkan secara vertikal dari otoritas yang lebih tinggi misalnya, merupakan teknik manajerial di amerika serikat. Jika karywan perusahaan atau anggota tim negosiasi tidak menyetujui keputuasn tersebut mereka memiliki pilihan yang beragam, mereka dapat secara terbuka menyatakan perbedaan pendapat mereka kepada manajemen yang lebih tinggi kepada anggota lain dalam tim sebagai cara untuk membalikan keputusan

Konflik dalam konteks bisnis ini biasanya timbul dari 5 area pertentangan berikut:

-ketidak setujuan dalam tugas (apa)

-ketidak setujuan terhadap proses (bagaimana)

-ketidak setujuan terhadap alokasi sumber (dengan apa)

-ketidak setujuan terhadap tujuan (mengapa)

-ketidak setujuan terhadap kekuasaan (bagaimana)

 MENGATASI KONFLIK

1.Mengidentifikasi isu yang mengakibatkan masalah

2.Jaga pikiran anda untuk tetap terbuka

3.Jangan terburu-buru

 KESIMPULAN

•Konteks komunikasi merupakan lingkungan budaya dimana suatu komunikasi terjadi

•Di amerika utara strategi untuk mengatasi konflik melibatkan penghindaran, akomodasi, kompotisi, kompromi, dan kolaborasi strategi ini kadang berbeda dengan metode untuk mengatasi konflik yang ditemukan pada budaya lain

•Konflik dapat dikurangi dengan mengidentiikasi penyebabnya, tetap berfikiran terbuka, memperlambat, dan fokus pada ide di bandingkan pada seeorang.

LOGIKA KOMUNIKASI

  LOGIKA Asal muasal kata “logika” adalah kata logos, logike, logica, logique, dan logic. Dua kata yang pertama berasal dari bahasa Yunani...