Sabtu, 19 Desember 2020

PENGARUH BUDAYA PADA KONTEKS RUANG LINGKUP PENDIDIKAN

PENGARUH BUDAYA PADA KONTEKS

RUANG LINGKUP PENDIDIKAN

 

Sistem pendiidkan yang berbeda secara budaya

            Semua budaya dengan system Pendidikan formal cenderung mengajarkan hal yang sama:Bahasa, matematika, ilmu pengetahuan, sejarah, dan lain sebagainya. Namun, perbedaan yang signifikan dapat ditemukan dalam apa dan bagaimana budaya mengajarkan sesuatu hal. Karena perbedaan ini menjelaskan bentuk Pendidikan dalam budaya.

Setiap budaya, sadar atau tidak sadar, cenderung mengagung-agungkan atau membangga-banggakan sejarah, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan prestasi seni mereka sendiri, seringkali meremehkan prestasi budaya yang lain. Melalui hal ini sekolah disemua budaya menanamkan sifat etnosentrisme, seperti : banyak murid di amerika serikat jika ditanya untuk mengidentifikasi sejumlah buku didunia, akan memberikan sejumlah buku yang pengarangnya sudah meninggal, warga barat, kulit putih dan laki-laki. Jelas hal ini mengandung entosentrisme.

Pendidikan Multikultural

            Pendidikan multicultural adalah proses pengembangan seluruh potensi manusia yang mengharga pluralitas dan heterogenitasnya sebagai kosekuensi keragaman budaya, etnis, suku, dan aliran (agama).

            Pendidikan multicultural menganggap bahwa tujuan utama dari Pendidikan umum adalah untuk membantu perkembangan intelektual, sosial, dan pribadi dari semua pelajaran hingga mencapai tahap tertinggi.

            Pendidikan multicultural diberikan dengan tujuan untuk menjelaskan pentingnya menjaga nilai-nilai keberagaman dan menegakkan sikap toleransi.

Gaya motivasi budaya

·         Motivasi intrinsic

        Beberapa murid memiliki dorongan dari diri meraka untuk menjadi sukses

·         Motivasi ekstrinsik

Murid-murid yang membutuhkan mitifati ektinsik tidak memiliki dorongan dari dalam diri dan perlu untuk distimulasi dengan oleh hadiah eksternal

·         Belajar atas permintaan

Belajar atas permintaan terjadi dalam lingkungan Pendidikan yang telah memiliki kurikulum. Murid-murid diharapkan untuk belajar sesuai jadwal terlepas dari minat mereka.

·         Belajar ketika tertarik

Dalam beberapa budaya, orang-orang percaya bahwa mereka seharusnya mempelajari apa yang berguna dan penting bagi mereka dibandingkan sekedar memperoleh informasi.

KESIMPULAN

Budaya dalam konteks Pendidikan bertujuan untuk menjelaskan pentingnya menjaga nilai-nilai keberagaman dan menegakkan sikap toleransi. Pendidikan adalah rangkaian membimbing dan mengarahkan potensi hidup manusia berupa kemampuan-kemampuan dasar, sehingga terjadilah perubahan dalam kehidupan pribadinya sebegai makhluk individu dan sosial, serta hubungannya dengan alam sekitar tempat dia hidup. Pendidikan memberikan kontribusi terhadap cipta, rasa, dan karsa manusia sebagai cikal bakal lahirnya kebudayaan.

Jumat, 18 Desember 2020

Komunikasi non verbal

Komunikasi non-verbal

Komunikasi non-verbal adalah proses komunikasi di mana pesan yang disampaikan ridak menggunkana kata-kata. Komunikasi non-verbal ialah menggunakan gerakan isyarat, Bahasa tubuh, ekpresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara. Namun meskpun banyak komunikasi non-verbal yang sifatnya universal, banyak tindakan non-verbal yang di bentuk oleh budaya.

 

Faktor –faktor yang dapat memengaruhi komunikasi non-verbal:

 

 -latar belakang budaya

-latar belakang sosial

-Ekonomi

-Pendidikan

-Gender

-Usia

 

Komunikasi Dan Budaya Non-verbal

 

          Pesan-pesan tertentu dapat dikirim dengan cara yang berbeda oleh budaya yang berbeda pula. Misalnya, di Amerika Serikat jika kita menyatakan setuju dengan sesuatu dengan melakukan gerakan mengangguk, pesan yang sama juga dengan menggerakkan kepala kebelakang di Ethiopia, lalu menggerakkan kepala ke depan di antara suku Semang di Malaysia, dan gerakan menaikkan alis di antara suku Dayak di Kalimantan.

          Tersenyum dan berjabat tangan mengatakan pada kitabahwa suatu budaya menghargai keramah-tamahan. Jarak berdiri ketika berbicara juga memberikan petunjuk mengenai pandangan pelaku komunikasi tersebut mengenai privasi. Menunduk berarti budaya tersebut menghargai formalitas, tingkatan, dan status.

          Bukan secara kebetulan jika umat hindu saling menyapa dengan menangkupkan tangan sambil memiringkan kepala; cara menyapa ini menyatakan kepercayaan mereka bahwa Dewdana/Tuhan itu ada pada diri setiap orang.

 

Klasifikasi Komunikasi Non-verbal

 YANG DIHASILKAN OLEH TUBUH

-Pengaruh Penampilan

mulai dari hair spray sampai rambut palsu, mulai dari mrngurangi makan sampai pusat kebugaran 24 jam, mulai dari bulu mata palsu sampai lensa kontak warna biru. manusia menunjukan kepedulian mengenai penampilan mereka

 

-Gerakan Tubuh

adalah gerakan tubuh yang dapat dilihat dan dapat mengirimkan pesan mengenai sikap anda terhadap orang lain seperti mengetuk-ngetuk meja jika anda gelisah

 

-Ekspresi Wajah

  mengapa isyarat dari ekspersi wajah penting karena wajah dapat menyatakan sejumlah tindakan "menyatakan pesan" dari sikap tunduk dan dominan secara sosial.

 

-Sentuhan

tindakan menyentuh merupakan refleksi dari apa yang anda sedang rasakan dan alami, dengan demikian, arti suatu sentuhan dan alasan anda menyentuh orang lain, memberikan pengetahuan mengenai komunikasi yang kita lakukan.

 

YANG DIHASIKKAN RUANG LINGKUP

-Ruang dan Jarak

ruang dan jarak anda dengan teman bicara anda ketika berinteraksi merupakan bagian dari pengalaman komunikasi, studi mengenai pesan ini disebut dengan proksemik.

 

-Waktu

sama halnya seperti semua aspek komunikasi non-verbal budayamemainkan peran yang prnting dalam bagaimana anda melihat dan memanipulasi waktu supaya mengkomunikasikan pesan yang berbeda. ballard dan seibold membuat hubungan antar budaya dan waktu ketika mereka menuliskan " ekstensi dan perkembangan tujuan,alat penentu waktu yang merupakan hasil dari suatu budaya, dan seragamnya detik,menit,jam, hingga waktu muncul untuk mengukur apa yang dibentuk secara kultural"

 

-Sikap Diam

bisa diamati ketika seorang komposer aliran musik klasik yang menggunakan sikap diam tersebut menandakan kontrasnya ekspresi yang timbul. sikap diam memberikan pesan kuat.

 

Jumat, 11 Desember 2020

Pengaruh Budaya di Ruang Lingkup Bisnis

 Ruang Lingkup Bisnis Internasional


Catatan sejarah penuh dengan contoh dari perdagangan lintas budaya. Di antara tahun 1200-700 SM, bangsa phoenix berlayar dari pelabuhan yang sekarang disebut libanon dan menetapkan rute perdagangan disepanjang mediterania, mengarungi lautan atlantik menuju spanyol, Barang-barang dari cina dibawa melalui asia tengah, sepanjang  jalur sutra, ke kaisaran Roma. Marco polo dipercaya melalui ruteini ke cina, kembali ke italia pada akhir abad ke-13 dengan cerita mengenai budaya yang kaya akan ekstoik

 

DALAM KONTEK BISNIS DOMESTIK

    Peristiwa yang terjadi di amerika serikat tidak hanya berdampak pada hubungan antar budaya yang terjadi dalam bisnis internasional, namun juga menunjukan kebutuhan akan pemahaman budaya yang berbeda dalam abad ke-21. mungkin pernyataan yang paling jelas dari bagaimana keadaan demografis di amerika serikat berubah, dapat ditemukan dalam data american community survey. Yang dilakukan oleh badan sensus amerika serikat. Survey tahun 2006 membuktikan bahwa 19,7% atau hampir 1 dari 5 orang yang tinggal di amerika serikat berbicara dalam bahasa diluar bahasa inggris dirumah.

 

MENGEMBANGKAN NEGOSIASI ANTAR BUDAYA  

1.Bersiaplah pelajarilah semua hal yang anda dapat pelajari mengenai budaya tuan rumah sebelum negosiasi dimulai

2.Kembangkan sensitifitas terhadap penggunaan waktu belajarlah untuk beadaptasi pada negoasiasi yang lebih lambat dari yang biasa anda lakukan jika anda berasal dari budaya dominan amerika serikat

3.Dengarkan dengan seksama, belajar untuk tetap nyaman terhadap keheningan dan menyadari bahwa sikap yang juga merupakan bentuk komunikasi

4.Belajarlah untuk menoleransi ambiguitas banya hubungan antar budaya ditandai dengan kebingungandan pencarian makna

5.Cobalah untuk menempatkan persetujuan karena kedua pihak dalam negoisasi ingin memperoleh sesuatu maka merupakan hal yang sederhana untuk memisahkan area persetujuan

 

MANAJEMEN KONFLIK ANTAR BUDAYA

    Konflik merupakan aspek yang tidak dapat di hindari dalam semua hubungan jika diatur dengan tidak tepat, konfik dapat mengarah pada masalah yang tidak dapat di perbaiki pemisah atau perceraian dalam tahap interpersonal, bisnis lintas budaya ditandai oleh nilai, idealisme, kepercayaan, dan prilaku peserta yang berbeda menjadi media perselisihan. Peraturan mayoritas dan keputusam unilateral diturunkan secara vertikal dari otoritas yang lebih tinggi misalnya, merupakan teknik manajerial di amerika serikat. Jika karywan perusahaan atau anggota tim negosiasi tidak menyetujui keputuasn tersebut mereka memiliki pilihan yang beragam, mereka dapat secara terbuka menyatakan perbedaan pendapat mereka kepada manajemen yang lebih tinggi kepada anggota lain dalam tim sebagai cara untuk membalikan keputusan

Konflik dalam konteks bisnis ini biasanya timbul dari 5 area pertentangan berikut:

-ketidak setujuan dalam tugas (apa)

-ketidak setujuan terhadap proses (bagaimana)

-ketidak setujuan terhadap alokasi sumber (dengan apa)

-ketidak setujuan terhadap tujuan (mengapa)

-ketidak setujuan terhadap kekuasaan (bagaimana)

 MENGATASI KONFLIK

1.Mengidentifikasi isu yang mengakibatkan masalah

2.Jaga pikiran anda untuk tetap terbuka

3.Jangan terburu-buru

 KESIMPULAN

•Konteks komunikasi merupakan lingkungan budaya dimana suatu komunikasi terjadi

•Di amerika utara strategi untuk mengatasi konflik melibatkan penghindaran, akomodasi, kompotisi, kompromi, dan kolaborasi strategi ini kadang berbeda dengan metode untuk mengatasi konflik yang ditemukan pada budaya lain

•Konflik dapat dikurangi dengan mengidentiikasi penyebabnya, tetap berfikiran terbuka, memperlambat, dan fokus pada ide di bandingkan pada seeorang.

Jumat, 27 November 2020

Pentingnya Persekutuan

 

BAHASA DAN BUDAYA



Pentingnya Persekutuan

PERANAN SOSIAL BUDAYA BAHASA
1. Adanya pertukaran informasi
2. bahasa dan identitas
3. bahasa dan persatuan

BAHASA DAN BUDAYA

Bahasa merupakan sejumlah simbol atau tanda yang disetujui untuk digunakan oleh sekelompok orang untuk menghasilkan arti budaya manusia dengan segala kerumitannya tidak akan berkembang dan tidak dapat dipikirkan tanpa bantuan bahasa budaya dan bahasa bekerjasama dalam menghubungkan simbiosis yang menjamin keberadaan dan keberlangsungan keduanya

INTERAKSI INTERPERSONAL

kewaspadaan  : seseorang yang memiliki orang memiliki bahasa kedua untuk berkomunikasi itu harus berhati-hati kalau sedang berbicara dengan orang lain karena mereka harus berpikir bagaimana meresponnya

kecepatan berbicara : kita yakin dengan Tingkat kemampuan bahasa seorang berbicara dengan lambat atau jelas

kosakata : Kita yakin bahwa orang lain telah memiliki kemampuan bahasa kedua yang cukup

memonitor umpan balik non verbal : dalam berinteraksi dengan seseorang yang menggunakan bahasa kedua perlu berhati-hati dalam merespon nonverbal pemeriksaan dengan memeriksa itu berarti bahwa kita harus melibatkan ukuran yang dapat membantu menyakinkan kita apakah akan bicara kita mengerti perasaan kita

INTERPRETASI DAN PENERJEMAHAN

INTERPRETASI di sisi lain mengindikasikan perubahan moral atau pesan simbolis dari suatu bahasa ke bahasa yang lain

PENERJEMAHAN diartikan sebagai bekerja dengan pesan tertulis tugas seorang penerjemah adalah untuk mengubah teks tertulis dari suatu bahasa ke bahasa yang lainnya

PERNIKAHAN ANTAR BUDAYA
ketika dua orang dari dua budaya berbeda menikah komunikasi merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan-tantangan dan mencari kebutuhan yang saling menguntungkan kedua belah pihak namun untuk mencapai komunikasi yang efektif dalam pernikahan antar budaya setiap pasangan harus menghadapi masalah bahasa

 

NILAI BUDAYA

 

MEMBENTUK INTERPRESTASI REALITAS

 


NILAI BUDAYA

 

    Nilai budaya  Persepsi Resepsi merupakan suatu cara untuk membuat dunia fisik dan sosial kita menjadi masuk akal. Seperti yang pernah dituliskan oleh penulis Jerman Hermann hesse "tidak ada kenyataan selain yang ada dalam kita" dan kami tambahkan bahwa kenyataan itu ada pada kita, sebagian oleh budaya kita.  Persepsi dan budaya Seperti yang kita nyatakan di bab 1 dengan menyingkapkan pengalaman yang sama terhadap sekelompok orang, budaya menghasilkan arti dan perilaku yang sama. hal ini tentu saja, tidak berarti bahwa setiap orang dalam budaya tertentu akan melihat sesuatu dengan cara yang sama. bahwa budaya mempengaruhi realitas seseorang dan ada hubungan langsung antara budaya, persepsi dan perilaku. 

Seperti yang dinyatakan oleh Gamble dan gamble, “persepsi merupakan proses seleksi, pengaturan, dan penginterpretasian data sensor dengan cara yang memungkinkan kita mengerti dunia kita. Dengan kata lain, persepsi merupakan proses dimana orang orang mengubah kejadian dan pengalaman ekternal menjadi pemahaman internal yang berarti.

Kepercayaan bekerja sebagai sistem penyimpanan bagi pengalaman masa lalu, termasuk pemikiran, ingatan, dan interpretasi terhadap suatu peristiwa. Kepercayaan dibentuk oleh budaya seseorang.” Kepercayaan penting, karena “diterima sebagai suatu kebenaran.” Kepercayaan mencerminkan tindakan dan perilaku.    Dalam tradisi Islam, percaya bahwa Al-Qur’an merupakan sumber pengetahuan terpercaya, sehingga menerima segala mukjizat dan janji-janji yang ada di jalannya. Anda harus mampu mengenali bahwa budaya memiliki sistem realitas dan kepercayaan yang berbeda.

Pola budaya merupakan suatu sistem kepercayaan dan nilai yang terintegrasi yang bekerja sama untuk menyediakan suatu model yang terpadu.

Beberapa hal yang memungkinkan kita menggunakan pola budaya yaitu: 

1.Kita lebih dari budaya kita

2.Pola budaya merupakan hal yang terintegrasi

3.Pola budaya merupakan hal yanng dinamis

4.Pola budaya dapat bertentangan

Pola Budaya Dominan Amerika Serikat :

1.Individualisme

2.Kesamaan kesempatan

3.Pemerolehan materi

4.Ilmu pengetahuan dan teknologi

 

MEMBEDAKAN POLA BUDAYA

 

Ada empat hal yang menjadi inti dari pembelajaran komunikasi antarbudaya. Klasifikasi yang pertama, dikembangkan oleh Hofstede, mengidentifikasi lima nilai dimensi (individualisme/kolektivisme, menghindari ketidakpastian, kekuasaan maskulin/feminim, dan orientasi jangka pendek/jangka panjang) yang dipengaruhi dan dimodifikasi oleh budaya. Orientasi kelompok kedua (sifat manusia, orientasi manusia/alam, waktu, aktifitas, dan orientasi relasional) datang dari karya antropolog Klockhohn dan Strodtbeck. Taksonomi ketiga yang dikembangkan oleh E.T. Hall, melihat bagaimana budaya konteks-tinggi dan konteks-rendah merespons berbagai sistem pesan. Pola budaya terakhir dikembangkan oleh penelitian yang dilakukan oleh ahli komunikasi antar budaya Ting-Toomey yang penelitian nya di garisbawahi oleh peranan “wajah” dan “identitas” dalam komunikasi antarbudaya.

IDENTITAS BUDAYA

BUDAYA DAN INDIVIDU


IDENTITAS BUDAYA

 

IDENTITAS

Menurut Ting Toomay = Identitas sebagai “ konsep diri yang direfleksikan atau gambaran diri bahwa kita berasal dari keluarga, gender, budaya, etnis, dan proses sosialisasi individu”

Menurut Matthews = Identitas adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri

TUNER MENGKALSIFIKASIKAN IDENTITAS

-IDENTITAS MANUSIA:

pandangan yang menghubungkan diri kita dengan seluruh manusia dan memisahkan kita dari bentuk kehidupan yang lain

-IDENTITAS SOSIAL:

Hal-hal yang membeadkan diri seorang dengan lainnya dan menandakan sebagai pribadi yang unik

-IDENTITAS PRIBADI

perwakilan dari kelompok dimana kita tergabung seperti ras etnistias,pekerjaan,kampung halaman,dan lainnya  

SUATU IDENTITAS MENJADI PENTING TERGANTUNG DARI SITUASI YANG ADA 

Dari segi rasial:

COLLER: ras digunakan dalam l ingkungan akademis, pemerintahan, dan partai politik untuk mengidentifikasikan orang sebagai orang luar

ALLPORT: Antropologi awalnya membagi ras dalam tiga kelompok yaitu mongoloid,kaukasoid,dan negro

Saat sekarang ras berhubungan dengan ciri-ciri fisik luar yaitu warna kulit, tekstur rambut, wajah, dan bentuk mata.  

 Dari Segi Etnis:

Merujuk pada bagaimana budaya tertentu membedakan feminim dan maskulin, bahasa, bahasa merupakan cara lain menunjukan perbedaan gender, singkatnya merujuk pada pengertian dan interpetasi yang kita miliki yang berhubungan dengan gambaran pribadi dan gambaran yang diharaokan dari seseorang laki-laki dan perempuan.

 

STEREOTIP

    Ketika berhadapan dengan suatu hal yang tidak sama dan tidak kita ketahui, kita cenderung untuk memiliki stereotip. stereotip biasa terjadi, karena kita betemu dengan banyak orang asing dan terkadan dihadapkan dengan kesempatan yang tidak lazim. jadi, stereotip dapat menjadi hal yang wajar dalam menghadapi sesuatu yang tidak kita ketahui. masalah timbul ketika kita tidak menyadari bahwa kita memiliki stereotip negatif.

    Stereotip ada dimana-mana dan bertahan lama. karena mungkin salah satu cara untuk memahami kekuatan dan pengaruh terhadap suatu stereotip adalah dengan mengetahui bagaimana stereotip tersebut diperoleh.ingatlah bahwa anda tidak lahir dengan stereotip, stereotip tersebut dipelajari dengan berbagai cara. mungkin unsur yang paling nyata dan penting dari stereotip adlah proses sosialisasi yang dimulai dengan orang tua kita. ketika banyak orang tua yang menghindar untuk mengajarkan anaknya untuk berfikir secara stereotip.

STEROTIP DAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA

    dalam beberapa kesempatan stereotip merupakan hasil dari presepsi yang terbatas,malas,sesat. masalah yang timbul dari kesalahan presepsi tersebut dapat serius dan banyak. Adler mengingatkan kita akan efek membahayakan dari stereotip terhadap komunikasi antar budaya dalam tulisannya berikut:

    "stereotip menjadi masalah ketika kita menempatkan orang di tempat yang salah. ketika kita menggambarkan norma kelompok dengan tidak benar, ketika kita mengevaluasi suatu kelompok dibandingkan dengan menjelaskannya, ketika kita mencampuradukan stereotip dengan gambaran dari seorang individu, dan ketika kita gagal untuk mengubah stereotip berdasarkan pengamatan kita dan pengalaman kita yang sebenarnya"

     

PRASANGKA

Prasangka merupakan generalisasi kaku dan menyakitkan mengenai sekelompok orang. prasangka menyakitkan dalam arti bahwa orang memiliki sikap yang fleksibel yang didasarkan atas sedikit atau tidak ada bukti sama sekali. orang orang dari kelas sosial, jenis kelamin, orientasi seks,usia,partai politik, ras atau etnis tertentu dapar menjadi target prasangka. 

FUNGSI PRASANGKA

    Seperti halnya stereotip, dipelajari dan memiliki berbagai fungsi bagi orang yang memilikinya. misalnya bagi beberapa orang prasangka memberikan rasa penghargaan seperti rasa superioritas. empat fungsi umum dari prasangka yakni. fungsi pertahanan ego,fungsi utilitarian, fupngso menyatakan nilai, fungsi pengetahuan,

 

RASISME 

    Rasisme merupakan lanjutan dari stereotip dan prasangka, seperti pada pengertian yang dinyatakan oleh leone dalam paragraf dibawah ini.

    rasisme merupakan kepercayaan teradap superioritas yang diwarisi oleh ras tertentu. rasisme menyangkal kesetaraan manusia dan menghubungkan kemampuan dengan komposisi fisik, jadi, sukses tidaknya hubungan sosial tergantung dari warisan genetik dibandingkan dengan lingkungan atau kesempatan yang ada.

MENGHINDARI RASISME

    walaupun pandangan mengenal ras sangat luas, ada empat langkah yang dapat anda ambil untuk mengurangi rasa rasisme daam diri anda atau orang lain. pertama cobalah untuk jujur terhadap diri anda sendiri ketika anda memiliki pandangan rasial. memang mudah untuk mengatakannya, namun sulit untuk melaksanakannya. kami simpulkam dan mengingkatkan anda bahwa rasisme, stereotip, dan prasangka sangat mendarah daging, karena dipelajari sejak kecil dan seperti budya pada umumnya menjadi cara padang kira terhadap dunia ini.

ETNOSENTRISME

    Nanda dan warms menjelaskan etnosentrusme sebagai berikut:

etnosentrisme merupakan pandangan bahwa budaya seseorang lebih unggul dibandingkan dengan budaya yang lain, pandangan bahwa budaya lain berdasarakan standar budaya kita, kita menjadi etnosentrisme ketika kita melihat budaya lain melalui kacamata budaya kita atau posisi sosial kita.


Sabtu, 14 November 2020

CARA PANDANG

 




 

Cara pandang merupakan inti dari manusia, karena menjelaskan pandangan tentang realitas dang mengajarkan seseorang untuk melakukan perancanaanya secara efektif.

Cara pandang dan budaya

Banyak ahli yang setuju bahwa budaya mempengruhi sebagian besar cara pandang seseorang , cara pandang yang meyediakan persefsi dan sifat realitas seperti yang di alami oleh mereka. Pandangan budaya berfungsi untuk membuat pengalaman hidup yang mungkin menurut orang lain berantakan dan tidak berarti menjadi dapat di terima oleh akal sehat

         Ekspresi mengenai cara pandang :

1.     Apakah tujuan hidup ?

2.     Apakah dunia ini diatur oleh hukum secara kebetulan oleh tuhan ?

3.     Bagaimana cara yg benar untuk hidup ?

4.     Bagaimanakah dunia ini dimulai ?

5.     Apakah yang terjadi setelah meninggal ?

Bentuk cara pandang :

1.   AGAMA

  menurut Havilan dan rekannya “cara pandang erat kaitannya dengan kepercayaan dan praktik agama dengan kata lain semua masyarakat memiliki kepercayaan dan praktik atau yang di sebut dengan agama” karena agama adalah karakteristik yang penting.

2.     SEKULARISME

Sudut Pandang Agama (Sebuah Refleksi) Konsep sekularisme  yaitu suatu paham yang menyangkut ideologi atau kepercayaan yang mana senantiasa berpendirian bahwa paham agama tidak boleh dimasukkan ke dalam urusan politik, negara, atau institusi publik lainnya.

3.     SPIRITUAL

Spiritual lebih berfokus pada aspek sakral dalam hidup dibandingkan dengan hal material tidak seperti agama yang terorganisasi, spritual bertujuan untuk memberikan tantangan secara personal dibandingkan secara kolektif, lagipula spiritual tidak mengharapkan atau membutuhkanformat tertentu atau organisasi tradisional.

Pandangan Mengenai Kematian

         Setiap cara pandang dan agama berusaha menjelaskan konsep kematian kepada anggotanya

         Dalam beberapa budaya, orang melihat kematian sebagai suatu hal yang alami dan tidak dapat dihindari . Dalam budaya yang lain, orang tidak melihat kematian sebagai akhir dari keberadaannya, tetapi sebagai awal “kehidupan” yang lain terlepas dari penjelasnnya agama dan tardisi berusaha memberikan pencerahan pada anggotanya mengenai arti kematian

         Enam tradisi agama yang terkemuka adalah Kristen, Yahudi, Islam, Hindu, Buddha, dan Confusius. Tradisi ini memberikan anggotanya nasihat bagaimana untuk menghidupi hidup dan penjelasan mengenai kematian.

         Setiap cara pandang dan agama berusaha menjelaskan konsep kematian kepada anggotanya.supaya mereka dapat memahami akhir yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan seseorang. 

Cara pandang merupakan orientasi budaya terhadap Tuhan, kemanusiaan, alam semesta, kehidupan, kematian, penyakit, dan isu filosofi lainnya. Agama merupakan elemen utama budaya dimana cara pandang berasal, setiap agama memiliki keunikan, filosofi, kitab suci, ritual, etika dan perlindungan anggotanya, tradisi-tradisi agama memberikan nasihat bagaimana masyarakat memiliki cara pandang tentang hidup dan kematian.

Jumat, 06 November 2020

AKAR DARI REALITAS

   “Dalam setiap perilaku, keluarga merupakan penghubung antara masa lalu dan jembatan ke masa yang akan datang” Alex Haley 
     “Sejarah merupakan filsafat yang diajarkan melalui contoh” Henry St. John Bolingbroke


STRUKTUR DALAM KEBUDAYAAN    

    Struktur dan inti dari suatu budaya meliputi elemen: keluarga,sejarah(negara), dan agama (pola pikir).Karena pesannya yang tetap bertahan,dirasakan,dan membantu membentuk identitas anggotanya. mengapa demikian berikut penjelasan dari elemen tersebut.

 KELUARGA


    Keluarga adalah kelompok intim yang menurunkan identitas rumah dan kelompok, lengkap dengan kesetiaan dan emosi yang kuar, serta pengalaman dan budaya dan masa depan, maksutnya seseorang dilahirkan dari suatu keluarga maka ia akan mewarisi identitas,rumah bahkan kelompok tersebut, seperti dari identitas sebagai keluarga darah biru misalkan, maka identitas itu akan melekat kepada dirinya selama ia lahir dan sampai ia meninggal dunia.

   Lalu keluarga merupakan institusi sosial budaya yang bertugas meneruskan budaya dari suatu generasi ke generasi berikutnya dan juga keluarga merupakan unit paling dasar dari pemerintahan (struktur sosial) yang membentuk nilai paling dasar dalam suatu masyarakat. maksutnya seorang keturunan dari keluarga yang memiliki usaha ataupun suatu tradisi dalam suatu keluarga seperti contohnya kecap SH, resep kecap SH yakni resep dari suatu keluarga pengusaha kecap yang turun temurun dari generasi ke generasi hingga saat ini.

    Keluarga juga memiliki peranan penting yakni reproduksi,mengajarkan nilai ekonomi kepada setiap keturunannya, mengajarkan sosialisasi kepada anak-anaknya, mengajarkan nilai dasar dan pola pikir terhadap anak-anaknya, perkembangan identitas, dan yang terakhir adalah pelatihan komunikasi yang baik dan benar kepada keturunannya.

    Individu dalam suatu keluarga akan mencerminkan keluarga tersebut, sepeti seorang anak dari suatu keluarga yang melakukan tindak pidana seperti maling dsb maka keluarga itu akan malu kepada masyarakat dan masyarakat pun akan menanggap buruk terhadap suatu keluarga tersebut.

 SEJARAH


    Sejarah merupakan saksi berlalunya waktu, mengiluminasi kenyataan,mementingkan memori, menyediakan petunjuk dalam kehidupan sehari hari, dan memunculkan pengetahuan tentang zaman dulu,(cicero). Dengan mempelajari sejarah, kita akan banyak mengetahui apa yang terjadi pada masa lalu (secara faktual) terkait dengan kehidupan atau aktivitas kita di masa kini. Adanya masa kini disebabkan kejadian/peristiwa masa lalu dan bilamana hal tersebut dipahami akan menggugah kesadaran kita untuk berbuat lebih bijak di masa yang akan datang. Dengan mempelajari dan memahami sejarah atau peristiwa yang berlangsung di masa lalu terutama yang berkaitan dengan kehidupan dan aktivitas dimana kita berada, setidaknya kita atau bangsa ini akan lebih bijaksana dalam bersikap dan berperilaku, ikut mengisi atau mewarnai kehidupan yang bermakna, baik masa kini dan di masa mendatang.

 Perlu diingat pula bahwa setiap kebudayaan menghargai tradisi historis dari masing masing budaya tersebut. Melestarikan kebudayaan adalah keharusan dari setiap kalangan masyarakat, apalagi yang masih tinggal dipedalaman tempat daerah asal dari suku yang dimilikinya. Jika suatu daerah masih mengutamakan kebudayaan yang dimilikinya, maka daerah tersebut masih menghargai nilai-nilai sejarah yang terkandung didalamnya, sebuah keharusan bagi setiap masyarakat yang harus meningat nilai sejarah dan melestarikan kebudayaan tersebut kepada keturunannya, karena sejarah mempengaruhi presepsi dan perilaku individu dan bagaimana orang orang berhubungan dengan kebudayaan lainnya, sejarah dan budaya saling terikat dalam bentuk identitas,nilai,tujuan,dan harapan.

Jumat, 23 Oktober 2020

KOMUNIKASI DAN BUDAYA Tantangan di Masa Depan

KOMUNIKASI DAN BUDAYA Tantangan di Masa Depan “secara alamiah sifat manusia itu sama, tetapi kebiasaan dan tradisilah yang membuat mereka jauh terpisah “ Confucius. Komunikasi dan Budaya memiliki tantangan diantaranya adalah; 1. GLOBALISASI : Perdagangan Dunia & Bisnis Interaksional, Teknologi dan Perjalanan, Persaingan Sumber Daya Alam. 2. KONFLIK & KEAMANA INTERNASIONL : Terorisme, Konflik Antar Negara. 3. TANTANGAN LINGKUNGAN : Pemanasan Global, Bencana Alam 4. ISU KESEHATAN : Wabah Penyakit, VAksin 5. PERPINDAHAN PENDUDUK : Populasi, Imigrasi Komunikasi Memiliki 4 Fungsi ; 1. Mengumpulkan informasi tentang orang lain 2. Pemenuhan kebutuhan interpersonal 3. Membentuk identitas pribadi 4. Mempengaruihi orang lain Komunikasi pun memiliki prinsip yaitu ; 1. Komunikasi merupakan proses dinamis 2. Komunikasi meruapakan symbol 3. Komunikasi merupakan kontekstual 4. Komunikasi merupakan refleksi diri 5. Kita belajar untuk berkomunikasi 6. Komunikasi memiliki konsekuensi Kesimpulan: Komunikasi antar budaya itu menjalaskan tantangan yang harus dihadapi dalam menjadi komunikator yang efektif dalam dunia saat ini. Perkembangan teknologi, populasi, imigrasi, persaingan SDA perlu dikomunikasikan untuk mengurangi dan menghindari konflik budaya.

Komunikasi Lintas Budaya

1. Apakah mungkin kita melihat dunia sama seperti orang lain ? Menurut saya, kita tidak akan mungkin memiliki sudut pandang yang sama satu sama lain terhadap dunia, karena manusia memiliki latar belakangnya masing-masing, memiliki pengalamanya masing-masing yang akan mendorong pengelihatannya terhadap dunia. Namun tidak dipungkir juga akan ada yang memiliki pengelihatanya sama terhadap dunia. 2. Mengapa orang berbeda sikapnya ketika berkomunikasi? Menurut saya orang berbeda sikapnya ketika berkomunikasi itu karena menyesuaikan siapa yang sedang diajak berkomunikasi, mungkin dia akan lebih kaku,segan,sopan, ketika yang diajak berkomunikasi itu lebih tua darinya. Dan akan lebih santai,rilex,guyon ketika yang diajak berkomunikasi adalah teman sebaya atau umurnya lebih muda darinya. 3. Apakah komunikasi itu suatu fenomena yang melibatkan pengirim/penerima pesan, atau keduanya ? Komunikasi itu fenomena yang melibatkan pengirim dan penerima pesan, kenapa karena komunikasi itu selalu melibatkan keduanya, dan diharapkan selalu ada timbal balik dari keduanya. 4. Apakah pola komunikasi dapat berubah? Menurut saya sangat dapat berubah, tergantung yang dipahami dan di sepakati oleh kedua pihak yang berkomunikasi.

Minggu, 11 Oktober 2020

HELLO!

Selamat datang di blog saya, saya Dianpermana manusia yang sedang mencoba hal-hal baru🙂

LOGIKA KOMUNIKASI

  LOGIKA Asal muasal kata “logika” adalah kata logos, logike, logica, logique, dan logic. Dua kata yang pertama berasal dari bahasa Yunani...