Rabu, 09 Juni 2021

LOGIKA KOMUNIKASI

 

LOGIKA

Asal muasal kata “logika” adalah kata logos, logike, logica, logique, dan logic. Dua kata yang pertama berasal dari bahasa Yunani. Yang pertama berarti kata, ide, akal. Yang kedua berarti seni berpikir. Tiga kata berikutnya berarti sama dengan kata kedua. Hanya saja, kata ketiga berasal dari bahasa Latin, kata keempat berasal dari bahasa Prancis, dan kata terakhir berasal dari bahasa Inggris.

·         Dalam literatur logika, definisi leksikal atas logika itu selaras dengan definisi Jevons, Gamut dan Mendelson. Seperti dikutip oleh Nicholas J.J.Smith, Jevons, dan Gamut mendefinisikan logika sebagai “ilmu yang terkait dengan cara menghasilkan pemikiran. Cara itu pada pada satu sisi dipelajari, di sisi lain dikritisi jika telah mewujud dalam bentuk pemikiran. 

·         Logika formal dibahas untuk membuat dan mengurai pemikiran yang bentuknya shahih. Logika Material dikaji untuk membuat dan mengurai pemikiran yang isinya benar. Sejatinya, logika tidak hanya dua jenis. Ada beragam jenis logika bila dilihat dari sudut perolehannya, zaman timbulnya, bentuk dan isi argumennya, dan proses penyimpulannya.

·         Secara perolehan pengetahuan, logika terbagi dua: logika alamiah dan logika ilmiah. Logika alamiah bersumber dari akal sehat yang dimiliki secara kodrati oleh setiap manusia sebagai makhluk rasional untuk menghadapi hal-hal keseharian yang bersifat rutin dan sepele. Semua orang yang waras pikirannya, tanpa terkecuali, memiliki logika alamiah. Mereka semua dapat berpikir, tapi tidak semua dari mereka dapat berpikir dengan tepat dan benar. Karena itu diperlukan metode berpikir yang tepat dan benar, yang disebut dengan logika ilmiah, yaitu jenis logika yang dimiliki manusia dengan mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip, norma-norma, teknik-teknik dan hukum-hukum penalaran untuk mendapatkan ketepatan penalaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Semua orang bisa berkomunikasi, tapi tidak semua komunikasi bernilai logis. Sejauh komunikasi nonlogis dapat menimbulkan pernyataan keliru dan kesalahpahaman, komunikasi sangat membutuhkan logika.

Komunikasi dan Logika

Aristotle (384-322 SM), bapak retorika, mendefinisikan retorika sebagai “the faculty of observing in any given case the available means of persuasion”. Retorika adalah kemampuan meninjau sarana yang dapat digunakan untuk membujuk dalam berbagai keadaan. Kemampuan itu hadir terutama sekali karena proses belajar secara sengaja, baik melalui proses pengamatan, pembacaan, pemberitahuan atau pengalaman diri dan orang lain. Melalui pembelajaran, Aristotle mencapai suatu kesimpulan bahwa model-model bujukan ada yang bersifat teknis ada pula yang nontkenis.

Keberhasilan membujuk orang lain ditopang oleh faktor eksternal dan faktor internal komunikator. Aristotle menyebut faktor eksternal itu sebagai model bujukan nonteknis. Misalnya, saksi, bukti, dan dokumentasi yang memungkinkan komunikator membujuk komunikan dengan mudah. Faktor internal yang mengefektifkan bujukan disebut oleh Aristotle dengan istilah model bujukan teknis. Komunikator perlu mencari cara untuk membujuk komunikan dengan panduan prinsip-prinsip retorika.

Dari Logika untuk Komunikasi

Tak ada seorang pun yang dapat berbicara dengan tertib tanpa proses berpikir tertib. Tak ada pula orang yang bisa menulis secara sistematis tanpa pikiran sistemetis. Secara praktis, logika dapat membantu orang dalam bicara dan menulis secara tertata rapih. Logika merupakan metode membuat dan mengurai pemikiran secara shahih dan benar. 

Ujaran dan tulisan yang semacam itu diperlukan betul oleh komunikasi, terutama komunikasi verbal. Komunikasi verbal dituntut untuk berbicara secara rasional dan faktual. Tuntuan itu dapat dipenuhi jika komunikator berpikiran koheren dan koreponsen. Logika membentuk koherensi pemikiran melalui logika material. Di situlah titik pentingnya filsafat bagi poetika dan retorika dalam paideia. 

Yang dimaksud dengan paideia adalah seni berpikir yang menyatukan filsafat, poetika, dan retorika. Dalam paideia, filsafat yang identik dengan pemikiran, menopang retorika dan poetika yan identik dengan ujaran dan tulisan. Komunikasi, khususnya yang verbal, berporos pada ujaran dan tulisan yang tidak akan jelas tanpa pemikiran yang jelas. Logika, di pihak lain, mengarahkan pikiran menjadi jelas. Di titik itu, logika memang dibutuhkan oleh komunikasi.

AKSIOLOGI KOMUNIKASI

 

AKSIOLOGI KOMUNIKASI

 

Aksiologi adalah cabang filsafat yang mengkaji nilai-nilai. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ilmu komunikasi dituntut satu pertanyaan yang perlu dilontarkan, yaitu sejauh mana political will campur tangan dalam menentukan teori-teori yang sarat nilai? Dalam persoalan Aksiologis terdapat 2 posisi umum: Pertama, ilmu yang sadar/sarat nilai, mengakui pentingnya nilai bagi penelitian dan teori secara bersama-sama berupaya untuk mengarahkan nilai-nilai itu kepada tujuan yang positif. Kedua, ilmu yang bernilai netral, percaya bahwa ilmu menjauhkan diri dari nilai-nilai, dan bahwa para cendikiawan mengontrol efek nilai-nilai itu (Effendy, 1992: 335-336). 

Salah satu cabang filsafat yaitu aksiologi, yang membahas nilai. Istilah aksiologi berasal dari bahasa Yunani Axios dan Logos. Axios artinya nilai atau sesuatu yang berharga, sedangkan Logos artinya teori atau ilmu. Akisologi berarti teori nilai, penyelidikan mengenai kodrat, kriteria, dan status metafisika dari nilai dalam pemikiran filsafat yunani. 

MASALAH UTAMA DALAM AKSIOLOGI 

1.       Kodrat Nilai 

2.       Jenis-Jenis Nilai 

3.       Kriteria Nilai 

4.       Status Metafisik 

Tiga jawaban penting yang diajukan dalam persoalan status metafisika ini, yaitu: 

·         SUBJEKTIVITAS 

·         OBJEKTIVITAS LOGIS 

·         OBJEKTIVITAS METAFISIKA 

ETIKA Salah satu cabang aksiologi yang banyak membahas masalah nilai, baik atau buruk adalah bidang etika.  Sebagai ilmu, etika menyelidiki tentang tingkah laku moral yang dapat dihampiri melalui 3 macam pendekatan, yaitu:  Etika Deskriptif.  Metaetika.  Etika Normatif.  Beberapa manfaat etika yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan kehidupan yang konkret, yaitu:  Perkembangan hidup masyarakat;  Gelombang modernisasi;  Etika juga menjadikan kita sanggup menghadapi ideology-ideology asing;  Etika diperlukan oleh penganut agama manapun. 

EPISTIMOLOGI

 

EPISTIMOLOGI

 

Epistemologi

Cabang utama filsafat kedua adalah epistemologi atau (teori pengetahuan). Berasal dari bahasa yunani, episteme dan logos. Episteme artinya pengetahuan, dan logos artinya teori atau ilmu. Epistemologi secara etemologis berarti teori pengetahuan.

Istilah lain epistemologi menurut soejono soemargono :

1.     Kriteriologi

2.     Kritik pengetahuan

3.     Gnociology

4.     Logika material

Pada dasarnya epistemologi adalah cara bagaimana pengetahuan disusun dari bahan yang diperoleh dan dalam prosesnya mengunakan metode ilmiah, yaitu suatu kegiatan berdasarkan perencanaan yang matang dan mapan, sistematik dan logis yang mempelajari watak, batas, dan berlakunya ilmu pengetahuan.

Kajian dalam Epistemologi  :

1. Asal usul pengetahuan 

2. Peran pengalaman dan akal pengetahuan 

3. Hubungan antara pengetahuan dengan keniscayaan 

4. Hubungan antara pengetahuan dengan kebenaran

 5. Kemungkinan skeptisisme universal 

6. Serta bentuk bentuk perubahan pengetahuan yang  berasal dari konseptualisasi baru mengenai dunia

Selasa, 23 Maret 2021

Ontologi Komunikasi

 Kata Ontologi berasal dari kata “Ontos” yang berarti “berada (yang ada)”. Ontologi membahas apa yang ingin diketahui mengenai teori tentang “ ada

“ dengan perkataan lain bagaimana hakikat obyek yang ditelaah sehingga
membuahkan pengetahuan.

Menurut istilah, Ontologi adalah ilmu hakekat yang menyelidiki alam nyata ini
dan bagaimana keadaan yang sebenarnya. Obyek telaah ontologi adalah yang ada tidak terikat pada satu perwujudan
tertentu, ontologi membahas tentang yang ada secara universal, yaitu berusaha
mencari inti yang dimuat setiap kenyataan yang meliputi segala realitas dalam semua
bentuknya.

Ontologi seringkali diidentifikasikan dengan metafisika, yang juga
disebut dengan proto-filsafat atau filsafat yang pertama. Persoalan tentang ontologi menjadi
pembahasan yang utama dalam bidang filsafat, yang membahas tentang realitas. Realitas adalah
kenyataan yang selanjutnya menjurus pada sesuatu kebenaran.

Selasa, 16 Maret 2021

SEJARAH FILSAFAT YUNANI KUNO DAN ISLAM

SEJARAHA FILSAFAT YUNANI KUNO

Orang yunani yang hidup pada abad ke-6 SM mempunyai sistem kepercayaan bahwa segala sesuatunya harus diterima sebagai sesuatu yang bersumber pada mitos atau dongeng-dongeng. Artinya suatu kebenaran lewat akal pikir (logis) tidak berlaku, yang berlaku hanya suatu kebenaran yang bersumber dari mitos  (dongeng-dongeng).

Setelah abad ke-6 SM muncul sejumlah ahli pikir yang menentang adanya mitos. Mereka menginginkan adanya pertanyaan tentang isteri alam semesta ini, jawabannya dapat diterima akal (rasional). Keadaan yang demikian ini sebagai suatu demitiologi, artinya suatu kebangkitan pemikiran untuk menggunakan akal pikir dan meninggalkan hal-hal yang sifatnya mitologi.upaya para ahli pikir untuk mengarahkan kepada suatu kebebasan berfikir , ini kemudian banyak orang mencoba membuat suatu konsep yang dilandasi kekuatan akal pikir secara murni, maka timbullah peristiwa ajaib The Greek Miracle yang artinya dapat dijadikan sebagai landasan peradaban dunia.

Pelaku filsafat adalah akal dan musuhnya adalah hati. Pertentangan antara akal dan hati itulah pada dasarnya isi sejarah filsafat. Di dalam sejarah filsafat kelihatan akal pernah menang, pernah kalah, hati pernah berjaya, juga pernah kalah, pernah juga kedua-duanya sama sama-sama menang. Diantara keduanya , dalam sejarah, telah terjadi pergugumulan berebut dominasi dalam mengendalikan kehidupan manusia.

Yang dimaksud dengan akal disini ialah akal logis yang bertempat di kepala, sedangkan hati adalah rasa yang kira-kira bertempat di dalam dada.akal itulah yang menghasilkan pengethauan logis yang disebut filsafat, sedangkan hati pada dasarnya menghasilkan pengetahuan supralogis yang disebut pengetahuan mistik, iman termasuk disini. Ciri umum filsafat yunani adalah rasionalisme yang dimana mencapai puncaknya pada orang-orang sofis.

Dalam sejarah filsafat biasanay filsafat yunani dimajukan sebagai pangkal sejarah filsafat barat, karena dunia barat (Erofa Barat) dalam alam pikirannya berpangkal kepada pemikiran yunani. Pada masa itu ada keterangan-keterangan tentang terjadinya alam semesta serta dengan penghuninya, akan tetapi keterangan ini berdasarkan kepercayaan. Ahli-ahli pikir tidka puas akan keterangan itu lalu mencoba mencari keterangan melalui budinya. Mereka menanyakan dan mencari jawabannya apakah sebetulnya alam itu. Apakah intisarinya? Mungkin yang beraneka warna ynag ada dalam alam ini dapat dipulangkan kepada yang satu. Mereka mencari inti alam, dengan istilah mereka : mereka mencari arche alam (arche dalam bahasa yunani yang berarti mula, asal).

Terdapat tiga faktor yang menjadikan filsafat yunani ini lahir, yaitu:

1.      Bangsa yunani yang kaya akan mitos (dongeng), dimana mitos dianggap sebagai awal dari uapaya orang untuk mengetahui atau mengerti. Mitos-mitos tersebut kemudian disusun secara sistematis yang untuk sementara kelihatan rasional sehingga muncul mitos selektif dan rasional, seperti syair karya Homerus, Orpheus dan lain-lain.

2.      Karya sastra yunani yang dapt dianggap sebagai pendorong kelahiran filsafat yunani, karya Homerous mempunyai kedudukan yang sangat penting untuk pedoman hidup orang-orang yunani yang didalamnya mengandung nilai-nilai edukatif.

3.      Pengaruh ilmu-ilmu pengetahuan yang berasal dari Babylonia (Mesir) di lembah sungai Nil, kemudian berkat kemampuan dan kecakapannya ilmu-ilmu tersebut dikembangkan sehingga mereka mempelajarinya tidak didasrkan pada aspek praktis saja, tetapi juga aspek teoritis kreatif.

Dengan adanya ketiga faktor tersebut, kedudukan mitos digeser oleh logos (akal), sehingga setelah pergeseran tersebut filsafat lahir.

            Periode yunani kuno ini lazim disebut periode filsafat alam. Dikatakan demikian, karena pada periode ini ditandai dengan munculnya para ahli pikir alam, dimana arah dan perhatian pemikirannya kepada apa yang diamati sekitarnya.mereka membuat pertanyaan-pertanyaan tentang gejala alam yang bersifat filsafati (berdasarkan akal pikir) dan tidak berdasarkan pada mitos. Mereka mencari asas yang pertama dari alam semesta (arche) yang sifatnya mutlak, yang berada di belakang segala sesuatu yang serba berubah. (https://khotimhanifudinnajib.blogspot.com/2011/07/sejarah-filsafat-yunani-kuno.html)

 

SEJARAH FILSAFAT ISLAM

secara historis, perkembangan filsafat dalam Islam dapat dikatakan dimulai oleh pengaruh kebudayaan Hellenis, yang terjadi akibat bertemunya kebudayaan Timur (Persia) dan kebudayaan Barat (Yunani). Pengaruh ini dimulai ketika Iskandar Agung (Alexander the Great) yang merupakan salah satu murid dari Aristoteles berhasil menduduki wilayah Persia pada 331 SM. Alkulturasi kebudayaan ini mengakibatkan munculnya benih-benih kajian filsafat dalam masyarakat Muslim di kemudian hari. Penerjemahan literatur-literatur keilmuan dari Yunani dan budaya lainnya ke dalam bahasa Arab secara besar-besaran di era Bani Abbasiyah (750-1250an M) dapat dikatakan memberi pengaruh terbesar terhadap kemunculan dan perkembangan kajian filsafat Islam klasik. Peristiwa tersebut kemudian menjadikan periode ini sebagai zaman keemasan dalam peradaban Islam. Ini sekaligus menunjukan keterbukaan umat Muslim terhadap berbagai pandangan yang berkembang saat itu, baik dari para penganut keyakinan monoteis lainnya, seperti kaum Yahudi yang mendapat posisi penting saat itu di negeri-negeri Islam (Ravertz, 2004: 20), hingga kaum Pagan, yang terlihat dari ketertarikan umat Muslim terhadap literatur bangsa Yunani Kuno yang mana sering diidentikan dengan ritual-ritual Paganisme.

 

Keterbukaan dan ketertarikan umat Islam terhadap literatur-literatur ilmu pengetahuan dari budaya lain diyakini telah membawa pengaruh besar terhadap perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan, terutama terhadap perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan yang di kemudian hari berkembang lebih lanjut pada Abad Pencerahan di Eropa. Dunia pemikiran Islam kemudian semakin terfokus pada pendamaian antara filsafat dan agama ataupun akal dan wahyu, yang kemudian mempengaruhi semakin diusungnya integrasi antara akal dan wahyu sebagai landasan epistemologis yang berpengaruh pada karakter perkembangan ilmu pengetahuan dalam dunia Islam. Kondisi tersebut memunculkan semakin banyaknya cabang-cabang keilmuan dalam dunia Islam, yang tidak hanya bersifat teosentris dengan merujuk pada dalil-dalil Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai sumber kebenarannya oleh para Mutakalim (ahli kalam), tetapi juga bersifat antroposentris dengan rasio dan pengalaman empiris manusia sebagai landasannya tanpa menegasikan dalil dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits. Pada periode ini, dunia Islam menghasilkan banyak filsuf, teolog, sekaligus ilmuwan ternama seperti Ibnu Sina, Al-Farabi, Al-Kindi, Al-Ghazali, dan Ibnu Rusyd. Kajian filsafat Islam di periode ini umumnya mengkaji lebih lanjut pandangan-pandangan perguruan filsafat peripatetik di Eropa seperti logika, metafisika, filsafat alam, dan etika, sehingga periode ini disebut juga sebagai periode peripatetik dari kajian filsafat Islam (Islamic/Arabic peripatetic school).Pasca kematian Ibn Rusyd pada abad ke-12 M, kajian-kajian peripatetik dalam filsafat Islam mulai meredup. (https://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_Islam)

Sabtu, 06 Maret 2021

Apa itu Filsafat dan Filsafat Komunikasi?

 

  •             Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialetika.

 

  •          Filsafat Komunikasi adalah disiplin ilmu yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologi, sistematis, analitis, kritis, dan holistis mengenai teori dari proses komunikasi yang meliputi berbagai dimensi dan berdasarkan bidang, sifat, tatanan, tujuan, fungsi, teknik, dan metode komunikasi.

Jumat, 08 Januari 2021

Memasuki Budaya Baru : Menjadi Kompeten

 Memasuki Budaya Baru : Menjadi Kompeten

Kompetensi Komunikasi Antarbudaya

MENJELASKAN KOMPETENSI KOMUNIKASI ANTERBUDAYA

Spitzberg mengatakan bahwa : Kompetensi komunikasi antar budaya adalah “perilaku yang pantas dan efektif dalam suatu konteks tertentu”. Lebih detai dari Kim : kompetensi komunikasi antarbudaya merupakan “kemampuan internal suatu individu untuk mengatur fitur utama dari komunikasi antarbudaya : yakni, perbedaan budaya dan ketidakbiasaan, postur inter-group, dan pengalaman stress”. Apa yang dinyatakan dua definisi ini pada kita adalah bahwa menjadi komunikator yang kompeten berarti memiliki kemampuan untuk berinteraksi secara efektif dan sesuai dengan anggota dari budaya yang memiliki latar belakang linguistik-kultural. 

KOMPONEN DALAM KOMPETENSI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA

Banyak penelitian dalam hal kompetensi komunikasi antarbudaya mengungkapkan 5 komponen kompetensi yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berinteraksi secara efektif dan pantas dalam budaya yang lain.


1. Motivasi untuk berkomunikasi

2. Pengetahuan yang cukup mengenai budaya

3. Kemampuan komunikasi yang sesuai

4. Sensitivitas

5. Karakter

Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Antarbudaya

1. Sadarilah Budaya Anda

2. Amatilah Perilaku Pribadi Anda

3. Memahami Gaya Komunikasi Anda

4. Memonitor Diri Anda Sendiri

Mempraktikkan Cara Mendengar yang Efektif


Budaya sangat mempengaruhi bagaimana anda berkomunikasi, apa yg anda komunikasikan, dan bagaimana anda merespons komunikasi itu. Mendengarkan secara efektif membantu untuk mengerti peranan budaya.


1. Mendengarkan Secara Langsung dan Tidak Langsung

2. Nilai Dalam Mendengarkan

3. Komunikasi Non-Verbal dan Mendengarkan

4. Berikan Umpan Balik


Kejutan Budaya


Kejutan budaya merupakan keadaan mental yg datang dari transisi yg terjadi ketika anda pergi dari lingkungan yg anda kenal ke lingkungan yg tidak anda kenal dan menemukan bahwa pola perilaku anda yg dulu tidak efektif. Reaksi yg diasosiasikan dengan kejutan budaya bervariasi diantara setiap individu dan dapat muncul dalam waktu yg berbeda. Misalnya seseorang yg terus menerus berhubungan dengan budaya yg lain mungkin merasa sedikit gelisah. Menurut Ryan dan Twibell, kejutan budaya membutuhkan bebrapa penyesuaian sebelum akhirnya dapat beradaptasi dengan lingkungan yg baru. Ada 4 tahap kejutan budaya yaitu :


1. Fase kegembiraan

2. Fase kekecewaan

3. Fase awal resolusi

4. Fase berfungsi dengan efektif 

AKULTURASI : PENYESUAIAN TERHADAP BUDAYA YANG BARU

Akulturasi merupakan proses pembelajaran bagaimana untuk hidup dalam budaya yg baru. Berry menjelaskan akulturasi sebagai proses dari perubahan budaya dan psikologis yg terjadi sebagai akibat dari hubungan antara dua atau lebih kelompok budaya dan anggotanya. Dalam tahap individual, hal ini melibatkan perubahan dalam perilaku seseorang ;

-Bahasa.

-Ketidakseimbangan.

-Etnosentrisme.

-Dinamika Stress-Adaptasi-Pertumbuhan.

PRAKTIK KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG BERETIKA

Dalam bagian ini kita akan mendiskusikan 5 orientasi dan perilaku yang direkomendasikan yang berasal dari orientasi yang menolong mengembangkan etika antar budaya :


1.Komunikasi menghasilkan respon.

2.Menghargai orang lain.

3.Mencari persamaan antara masyarakat dan budaya.

4.Menghargai perbedaan budaya.

5.Menerima tanggung jawab dari perilaku anda.

KESIMPULAN


Komunikasi dengan perbedaan budaya dapat menghasilkan respon emosi, seperti perasaan kikuk dan gelisah. Untuk meningkatkan komunikasi antar budaya, kita harus mengetahui budaya mengenali prilaku pribadi dan gaya komunikasi. Dan gaya komunikasi, memonitor diri, berempati, menyadari perbedaan budaya dalam mendengar, mengembangkan fleksibilitas komunikasi, dan juga belajar mengenai adaptasi budaya. Penting untuk menghargai orang lain ketika terlibat dalam komunikasi antar budaya. Menghargai perbedaan budaya adalah penting dalam berkomunikasi antar budaya yang etis. Diatas semuanya kita harus menerima tanggung jawab atas perilaku komunikasi yang kita lakukan.


Sabtu, 19 Desember 2020

PENGARUH BUDAYA PADA KONTEKS RUANG LINGKUP PENDIDIKAN

PENGARUH BUDAYA PADA KONTEKS

RUANG LINGKUP PENDIDIKAN

 

Sistem pendiidkan yang berbeda secara budaya

            Semua budaya dengan system Pendidikan formal cenderung mengajarkan hal yang sama:Bahasa, matematika, ilmu pengetahuan, sejarah, dan lain sebagainya. Namun, perbedaan yang signifikan dapat ditemukan dalam apa dan bagaimana budaya mengajarkan sesuatu hal. Karena perbedaan ini menjelaskan bentuk Pendidikan dalam budaya.

Setiap budaya, sadar atau tidak sadar, cenderung mengagung-agungkan atau membangga-banggakan sejarah, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan prestasi seni mereka sendiri, seringkali meremehkan prestasi budaya yang lain. Melalui hal ini sekolah disemua budaya menanamkan sifat etnosentrisme, seperti : banyak murid di amerika serikat jika ditanya untuk mengidentifikasi sejumlah buku didunia, akan memberikan sejumlah buku yang pengarangnya sudah meninggal, warga barat, kulit putih dan laki-laki. Jelas hal ini mengandung entosentrisme.

Pendidikan Multikultural

            Pendidikan multicultural adalah proses pengembangan seluruh potensi manusia yang mengharga pluralitas dan heterogenitasnya sebagai kosekuensi keragaman budaya, etnis, suku, dan aliran (agama).

            Pendidikan multicultural menganggap bahwa tujuan utama dari Pendidikan umum adalah untuk membantu perkembangan intelektual, sosial, dan pribadi dari semua pelajaran hingga mencapai tahap tertinggi.

            Pendidikan multicultural diberikan dengan tujuan untuk menjelaskan pentingnya menjaga nilai-nilai keberagaman dan menegakkan sikap toleransi.

Gaya motivasi budaya

·         Motivasi intrinsic

        Beberapa murid memiliki dorongan dari diri meraka untuk menjadi sukses

·         Motivasi ekstrinsik

Murid-murid yang membutuhkan mitifati ektinsik tidak memiliki dorongan dari dalam diri dan perlu untuk distimulasi dengan oleh hadiah eksternal

·         Belajar atas permintaan

Belajar atas permintaan terjadi dalam lingkungan Pendidikan yang telah memiliki kurikulum. Murid-murid diharapkan untuk belajar sesuai jadwal terlepas dari minat mereka.

·         Belajar ketika tertarik

Dalam beberapa budaya, orang-orang percaya bahwa mereka seharusnya mempelajari apa yang berguna dan penting bagi mereka dibandingkan sekedar memperoleh informasi.

KESIMPULAN

Budaya dalam konteks Pendidikan bertujuan untuk menjelaskan pentingnya menjaga nilai-nilai keberagaman dan menegakkan sikap toleransi. Pendidikan adalah rangkaian membimbing dan mengarahkan potensi hidup manusia berupa kemampuan-kemampuan dasar, sehingga terjadilah perubahan dalam kehidupan pribadinya sebegai makhluk individu dan sosial, serta hubungannya dengan alam sekitar tempat dia hidup. Pendidikan memberikan kontribusi terhadap cipta, rasa, dan karsa manusia sebagai cikal bakal lahirnya kebudayaan.

Jumat, 18 Desember 2020

Komunikasi non verbal

Komunikasi non-verbal

Komunikasi non-verbal adalah proses komunikasi di mana pesan yang disampaikan ridak menggunkana kata-kata. Komunikasi non-verbal ialah menggunakan gerakan isyarat, Bahasa tubuh, ekpresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara. Namun meskpun banyak komunikasi non-verbal yang sifatnya universal, banyak tindakan non-verbal yang di bentuk oleh budaya.

 

Faktor –faktor yang dapat memengaruhi komunikasi non-verbal:

 

 -latar belakang budaya

-latar belakang sosial

-Ekonomi

-Pendidikan

-Gender

-Usia

 

Komunikasi Dan Budaya Non-verbal

 

          Pesan-pesan tertentu dapat dikirim dengan cara yang berbeda oleh budaya yang berbeda pula. Misalnya, di Amerika Serikat jika kita menyatakan setuju dengan sesuatu dengan melakukan gerakan mengangguk, pesan yang sama juga dengan menggerakkan kepala kebelakang di Ethiopia, lalu menggerakkan kepala ke depan di antara suku Semang di Malaysia, dan gerakan menaikkan alis di antara suku Dayak di Kalimantan.

          Tersenyum dan berjabat tangan mengatakan pada kitabahwa suatu budaya menghargai keramah-tamahan. Jarak berdiri ketika berbicara juga memberikan petunjuk mengenai pandangan pelaku komunikasi tersebut mengenai privasi. Menunduk berarti budaya tersebut menghargai formalitas, tingkatan, dan status.

          Bukan secara kebetulan jika umat hindu saling menyapa dengan menangkupkan tangan sambil memiringkan kepala; cara menyapa ini menyatakan kepercayaan mereka bahwa Dewdana/Tuhan itu ada pada diri setiap orang.

 

Klasifikasi Komunikasi Non-verbal

 YANG DIHASILKAN OLEH TUBUH

-Pengaruh Penampilan

mulai dari hair spray sampai rambut palsu, mulai dari mrngurangi makan sampai pusat kebugaran 24 jam, mulai dari bulu mata palsu sampai lensa kontak warna biru. manusia menunjukan kepedulian mengenai penampilan mereka

 

-Gerakan Tubuh

adalah gerakan tubuh yang dapat dilihat dan dapat mengirimkan pesan mengenai sikap anda terhadap orang lain seperti mengetuk-ngetuk meja jika anda gelisah

 

-Ekspresi Wajah

  mengapa isyarat dari ekspersi wajah penting karena wajah dapat menyatakan sejumlah tindakan "menyatakan pesan" dari sikap tunduk dan dominan secara sosial.

 

-Sentuhan

tindakan menyentuh merupakan refleksi dari apa yang anda sedang rasakan dan alami, dengan demikian, arti suatu sentuhan dan alasan anda menyentuh orang lain, memberikan pengetahuan mengenai komunikasi yang kita lakukan.

 

YANG DIHASIKKAN RUANG LINGKUP

-Ruang dan Jarak

ruang dan jarak anda dengan teman bicara anda ketika berinteraksi merupakan bagian dari pengalaman komunikasi, studi mengenai pesan ini disebut dengan proksemik.

 

-Waktu

sama halnya seperti semua aspek komunikasi non-verbal budayamemainkan peran yang prnting dalam bagaimana anda melihat dan memanipulasi waktu supaya mengkomunikasikan pesan yang berbeda. ballard dan seibold membuat hubungan antar budaya dan waktu ketika mereka menuliskan " ekstensi dan perkembangan tujuan,alat penentu waktu yang merupakan hasil dari suatu budaya, dan seragamnya detik,menit,jam, hingga waktu muncul untuk mengukur apa yang dibentuk secara kultural"

 

-Sikap Diam

bisa diamati ketika seorang komposer aliran musik klasik yang menggunakan sikap diam tersebut menandakan kontrasnya ekspresi yang timbul. sikap diam memberikan pesan kuat.

 

Jumat, 11 Desember 2020

Pengaruh Budaya di Ruang Lingkup Bisnis

 Ruang Lingkup Bisnis Internasional


Catatan sejarah penuh dengan contoh dari perdagangan lintas budaya. Di antara tahun 1200-700 SM, bangsa phoenix berlayar dari pelabuhan yang sekarang disebut libanon dan menetapkan rute perdagangan disepanjang mediterania, mengarungi lautan atlantik menuju spanyol, Barang-barang dari cina dibawa melalui asia tengah, sepanjang  jalur sutra, ke kaisaran Roma. Marco polo dipercaya melalui ruteini ke cina, kembali ke italia pada akhir abad ke-13 dengan cerita mengenai budaya yang kaya akan ekstoik

 

DALAM KONTEK BISNIS DOMESTIK

    Peristiwa yang terjadi di amerika serikat tidak hanya berdampak pada hubungan antar budaya yang terjadi dalam bisnis internasional, namun juga menunjukan kebutuhan akan pemahaman budaya yang berbeda dalam abad ke-21. mungkin pernyataan yang paling jelas dari bagaimana keadaan demografis di amerika serikat berubah, dapat ditemukan dalam data american community survey. Yang dilakukan oleh badan sensus amerika serikat. Survey tahun 2006 membuktikan bahwa 19,7% atau hampir 1 dari 5 orang yang tinggal di amerika serikat berbicara dalam bahasa diluar bahasa inggris dirumah.

 

MENGEMBANGKAN NEGOSIASI ANTAR BUDAYA  

1.Bersiaplah pelajarilah semua hal yang anda dapat pelajari mengenai budaya tuan rumah sebelum negosiasi dimulai

2.Kembangkan sensitifitas terhadap penggunaan waktu belajarlah untuk beadaptasi pada negoasiasi yang lebih lambat dari yang biasa anda lakukan jika anda berasal dari budaya dominan amerika serikat

3.Dengarkan dengan seksama, belajar untuk tetap nyaman terhadap keheningan dan menyadari bahwa sikap yang juga merupakan bentuk komunikasi

4.Belajarlah untuk menoleransi ambiguitas banya hubungan antar budaya ditandai dengan kebingungandan pencarian makna

5.Cobalah untuk menempatkan persetujuan karena kedua pihak dalam negoisasi ingin memperoleh sesuatu maka merupakan hal yang sederhana untuk memisahkan area persetujuan

 

MANAJEMEN KONFLIK ANTAR BUDAYA

    Konflik merupakan aspek yang tidak dapat di hindari dalam semua hubungan jika diatur dengan tidak tepat, konfik dapat mengarah pada masalah yang tidak dapat di perbaiki pemisah atau perceraian dalam tahap interpersonal, bisnis lintas budaya ditandai oleh nilai, idealisme, kepercayaan, dan prilaku peserta yang berbeda menjadi media perselisihan. Peraturan mayoritas dan keputusam unilateral diturunkan secara vertikal dari otoritas yang lebih tinggi misalnya, merupakan teknik manajerial di amerika serikat. Jika karywan perusahaan atau anggota tim negosiasi tidak menyetujui keputuasn tersebut mereka memiliki pilihan yang beragam, mereka dapat secara terbuka menyatakan perbedaan pendapat mereka kepada manajemen yang lebih tinggi kepada anggota lain dalam tim sebagai cara untuk membalikan keputusan

Konflik dalam konteks bisnis ini biasanya timbul dari 5 area pertentangan berikut:

-ketidak setujuan dalam tugas (apa)

-ketidak setujuan terhadap proses (bagaimana)

-ketidak setujuan terhadap alokasi sumber (dengan apa)

-ketidak setujuan terhadap tujuan (mengapa)

-ketidak setujuan terhadap kekuasaan (bagaimana)

 MENGATASI KONFLIK

1.Mengidentifikasi isu yang mengakibatkan masalah

2.Jaga pikiran anda untuk tetap terbuka

3.Jangan terburu-buru

 KESIMPULAN

•Konteks komunikasi merupakan lingkungan budaya dimana suatu komunikasi terjadi

•Di amerika utara strategi untuk mengatasi konflik melibatkan penghindaran, akomodasi, kompotisi, kompromi, dan kolaborasi strategi ini kadang berbeda dengan metode untuk mengatasi konflik yang ditemukan pada budaya lain

•Konflik dapat dikurangi dengan mengidentiikasi penyebabnya, tetap berfikiran terbuka, memperlambat, dan fokus pada ide di bandingkan pada seeorang.

Jumat, 27 November 2020

Pentingnya Persekutuan

 

BAHASA DAN BUDAYA



Pentingnya Persekutuan

PERANAN SOSIAL BUDAYA BAHASA
1. Adanya pertukaran informasi
2. bahasa dan identitas
3. bahasa dan persatuan

BAHASA DAN BUDAYA

Bahasa merupakan sejumlah simbol atau tanda yang disetujui untuk digunakan oleh sekelompok orang untuk menghasilkan arti budaya manusia dengan segala kerumitannya tidak akan berkembang dan tidak dapat dipikirkan tanpa bantuan bahasa budaya dan bahasa bekerjasama dalam menghubungkan simbiosis yang menjamin keberadaan dan keberlangsungan keduanya

INTERAKSI INTERPERSONAL

kewaspadaan  : seseorang yang memiliki orang memiliki bahasa kedua untuk berkomunikasi itu harus berhati-hati kalau sedang berbicara dengan orang lain karena mereka harus berpikir bagaimana meresponnya

kecepatan berbicara : kita yakin dengan Tingkat kemampuan bahasa seorang berbicara dengan lambat atau jelas

kosakata : Kita yakin bahwa orang lain telah memiliki kemampuan bahasa kedua yang cukup

memonitor umpan balik non verbal : dalam berinteraksi dengan seseorang yang menggunakan bahasa kedua perlu berhati-hati dalam merespon nonverbal pemeriksaan dengan memeriksa itu berarti bahwa kita harus melibatkan ukuran yang dapat membantu menyakinkan kita apakah akan bicara kita mengerti perasaan kita

INTERPRETASI DAN PENERJEMAHAN

INTERPRETASI di sisi lain mengindikasikan perubahan moral atau pesan simbolis dari suatu bahasa ke bahasa yang lain

PENERJEMAHAN diartikan sebagai bekerja dengan pesan tertulis tugas seorang penerjemah adalah untuk mengubah teks tertulis dari suatu bahasa ke bahasa yang lainnya

PERNIKAHAN ANTAR BUDAYA
ketika dua orang dari dua budaya berbeda menikah komunikasi merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan-tantangan dan mencari kebutuhan yang saling menguntungkan kedua belah pihak namun untuk mencapai komunikasi yang efektif dalam pernikahan antar budaya setiap pasangan harus menghadapi masalah bahasa

 

NILAI BUDAYA

 

MEMBENTUK INTERPRESTASI REALITAS

 


NILAI BUDAYA

 

    Nilai budaya  Persepsi Resepsi merupakan suatu cara untuk membuat dunia fisik dan sosial kita menjadi masuk akal. Seperti yang pernah dituliskan oleh penulis Jerman Hermann hesse "tidak ada kenyataan selain yang ada dalam kita" dan kami tambahkan bahwa kenyataan itu ada pada kita, sebagian oleh budaya kita.  Persepsi dan budaya Seperti yang kita nyatakan di bab 1 dengan menyingkapkan pengalaman yang sama terhadap sekelompok orang, budaya menghasilkan arti dan perilaku yang sama. hal ini tentu saja, tidak berarti bahwa setiap orang dalam budaya tertentu akan melihat sesuatu dengan cara yang sama. bahwa budaya mempengaruhi realitas seseorang dan ada hubungan langsung antara budaya, persepsi dan perilaku. 

Seperti yang dinyatakan oleh Gamble dan gamble, “persepsi merupakan proses seleksi, pengaturan, dan penginterpretasian data sensor dengan cara yang memungkinkan kita mengerti dunia kita. Dengan kata lain, persepsi merupakan proses dimana orang orang mengubah kejadian dan pengalaman ekternal menjadi pemahaman internal yang berarti.

Kepercayaan bekerja sebagai sistem penyimpanan bagi pengalaman masa lalu, termasuk pemikiran, ingatan, dan interpretasi terhadap suatu peristiwa. Kepercayaan dibentuk oleh budaya seseorang.” Kepercayaan penting, karena “diterima sebagai suatu kebenaran.” Kepercayaan mencerminkan tindakan dan perilaku.    Dalam tradisi Islam, percaya bahwa Al-Qur’an merupakan sumber pengetahuan terpercaya, sehingga menerima segala mukjizat dan janji-janji yang ada di jalannya. Anda harus mampu mengenali bahwa budaya memiliki sistem realitas dan kepercayaan yang berbeda.

Pola budaya merupakan suatu sistem kepercayaan dan nilai yang terintegrasi yang bekerja sama untuk menyediakan suatu model yang terpadu.

Beberapa hal yang memungkinkan kita menggunakan pola budaya yaitu: 

1.Kita lebih dari budaya kita

2.Pola budaya merupakan hal yang terintegrasi

3.Pola budaya merupakan hal yanng dinamis

4.Pola budaya dapat bertentangan

Pola Budaya Dominan Amerika Serikat :

1.Individualisme

2.Kesamaan kesempatan

3.Pemerolehan materi

4.Ilmu pengetahuan dan teknologi

 

MEMBEDAKAN POLA BUDAYA

 

Ada empat hal yang menjadi inti dari pembelajaran komunikasi antarbudaya. Klasifikasi yang pertama, dikembangkan oleh Hofstede, mengidentifikasi lima nilai dimensi (individualisme/kolektivisme, menghindari ketidakpastian, kekuasaan maskulin/feminim, dan orientasi jangka pendek/jangka panjang) yang dipengaruhi dan dimodifikasi oleh budaya. Orientasi kelompok kedua (sifat manusia, orientasi manusia/alam, waktu, aktifitas, dan orientasi relasional) datang dari karya antropolog Klockhohn dan Strodtbeck. Taksonomi ketiga yang dikembangkan oleh E.T. Hall, melihat bagaimana budaya konteks-tinggi dan konteks-rendah merespons berbagai sistem pesan. Pola budaya terakhir dikembangkan oleh penelitian yang dilakukan oleh ahli komunikasi antar budaya Ting-Toomey yang penelitian nya di garisbawahi oleh peranan “wajah” dan “identitas” dalam komunikasi antarbudaya.

IDENTITAS BUDAYA

BUDAYA DAN INDIVIDU


IDENTITAS BUDAYA

 

IDENTITAS

Menurut Ting Toomay = Identitas sebagai “ konsep diri yang direfleksikan atau gambaran diri bahwa kita berasal dari keluarga, gender, budaya, etnis, dan proses sosialisasi individu”

Menurut Matthews = Identitas adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri

TUNER MENGKALSIFIKASIKAN IDENTITAS

-IDENTITAS MANUSIA:

pandangan yang menghubungkan diri kita dengan seluruh manusia dan memisahkan kita dari bentuk kehidupan yang lain

-IDENTITAS SOSIAL:

Hal-hal yang membeadkan diri seorang dengan lainnya dan menandakan sebagai pribadi yang unik

-IDENTITAS PRIBADI

perwakilan dari kelompok dimana kita tergabung seperti ras etnistias,pekerjaan,kampung halaman,dan lainnya  

SUATU IDENTITAS MENJADI PENTING TERGANTUNG DARI SITUASI YANG ADA 

Dari segi rasial:

COLLER: ras digunakan dalam l ingkungan akademis, pemerintahan, dan partai politik untuk mengidentifikasikan orang sebagai orang luar

ALLPORT: Antropologi awalnya membagi ras dalam tiga kelompok yaitu mongoloid,kaukasoid,dan negro

Saat sekarang ras berhubungan dengan ciri-ciri fisik luar yaitu warna kulit, tekstur rambut, wajah, dan bentuk mata.  

 Dari Segi Etnis:

Merujuk pada bagaimana budaya tertentu membedakan feminim dan maskulin, bahasa, bahasa merupakan cara lain menunjukan perbedaan gender, singkatnya merujuk pada pengertian dan interpetasi yang kita miliki yang berhubungan dengan gambaran pribadi dan gambaran yang diharaokan dari seseorang laki-laki dan perempuan.

 

STEREOTIP

    Ketika berhadapan dengan suatu hal yang tidak sama dan tidak kita ketahui, kita cenderung untuk memiliki stereotip. stereotip biasa terjadi, karena kita betemu dengan banyak orang asing dan terkadan dihadapkan dengan kesempatan yang tidak lazim. jadi, stereotip dapat menjadi hal yang wajar dalam menghadapi sesuatu yang tidak kita ketahui. masalah timbul ketika kita tidak menyadari bahwa kita memiliki stereotip negatif.

    Stereotip ada dimana-mana dan bertahan lama. karena mungkin salah satu cara untuk memahami kekuatan dan pengaruh terhadap suatu stereotip adalah dengan mengetahui bagaimana stereotip tersebut diperoleh.ingatlah bahwa anda tidak lahir dengan stereotip, stereotip tersebut dipelajari dengan berbagai cara. mungkin unsur yang paling nyata dan penting dari stereotip adlah proses sosialisasi yang dimulai dengan orang tua kita. ketika banyak orang tua yang menghindar untuk mengajarkan anaknya untuk berfikir secara stereotip.

STEROTIP DAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA

    dalam beberapa kesempatan stereotip merupakan hasil dari presepsi yang terbatas,malas,sesat. masalah yang timbul dari kesalahan presepsi tersebut dapat serius dan banyak. Adler mengingatkan kita akan efek membahayakan dari stereotip terhadap komunikasi antar budaya dalam tulisannya berikut:

    "stereotip menjadi masalah ketika kita menempatkan orang di tempat yang salah. ketika kita menggambarkan norma kelompok dengan tidak benar, ketika kita mengevaluasi suatu kelompok dibandingkan dengan menjelaskannya, ketika kita mencampuradukan stereotip dengan gambaran dari seorang individu, dan ketika kita gagal untuk mengubah stereotip berdasarkan pengamatan kita dan pengalaman kita yang sebenarnya"

     

PRASANGKA

Prasangka merupakan generalisasi kaku dan menyakitkan mengenai sekelompok orang. prasangka menyakitkan dalam arti bahwa orang memiliki sikap yang fleksibel yang didasarkan atas sedikit atau tidak ada bukti sama sekali. orang orang dari kelas sosial, jenis kelamin, orientasi seks,usia,partai politik, ras atau etnis tertentu dapar menjadi target prasangka. 

FUNGSI PRASANGKA

    Seperti halnya stereotip, dipelajari dan memiliki berbagai fungsi bagi orang yang memilikinya. misalnya bagi beberapa orang prasangka memberikan rasa penghargaan seperti rasa superioritas. empat fungsi umum dari prasangka yakni. fungsi pertahanan ego,fungsi utilitarian, fupngso menyatakan nilai, fungsi pengetahuan,

 

RASISME 

    Rasisme merupakan lanjutan dari stereotip dan prasangka, seperti pada pengertian yang dinyatakan oleh leone dalam paragraf dibawah ini.

    rasisme merupakan kepercayaan teradap superioritas yang diwarisi oleh ras tertentu. rasisme menyangkal kesetaraan manusia dan menghubungkan kemampuan dengan komposisi fisik, jadi, sukses tidaknya hubungan sosial tergantung dari warisan genetik dibandingkan dengan lingkungan atau kesempatan yang ada.

MENGHINDARI RASISME

    walaupun pandangan mengenal ras sangat luas, ada empat langkah yang dapat anda ambil untuk mengurangi rasa rasisme daam diri anda atau orang lain. pertama cobalah untuk jujur terhadap diri anda sendiri ketika anda memiliki pandangan rasial. memang mudah untuk mengatakannya, namun sulit untuk melaksanakannya. kami simpulkam dan mengingkatkan anda bahwa rasisme, stereotip, dan prasangka sangat mendarah daging, karena dipelajari sejak kecil dan seperti budya pada umumnya menjadi cara padang kira terhadap dunia ini.

ETNOSENTRISME

    Nanda dan warms menjelaskan etnosentrusme sebagai berikut:

etnosentrisme merupakan pandangan bahwa budaya seseorang lebih unggul dibandingkan dengan budaya yang lain, pandangan bahwa budaya lain berdasarakan standar budaya kita, kita menjadi etnosentrisme ketika kita melihat budaya lain melalui kacamata budaya kita atau posisi sosial kita.


LOGIKA KOMUNIKASI

  LOGIKA Asal muasal kata “logika” adalah kata logos, logike, logica, logique, dan logic. Dua kata yang pertama berasal dari bahasa Yunani...